..::::::..

Untuk menjaga status umat terbaik

M. Azhari Hatim, MA.

Salah satu kebijaksanaan Allah SWT, bahwa Dia mengangkat derajat Ummat Muhammad SAW. sebagai ummat terbaik (khairu ummah) dan tertinggi di atas ummat-ummat lain.

Ummat ini telah dinobatkan oleh Allah sebagai ummat pertengahan, yang bertugas sebagai supervisor (syuhadaa'), untuk mengawasi sekaligus menjadi suri tauladan bagi seluruh manusia. Ummat Islamlah yang akan menjadi saksi atas segala sepak terjang yang dilakukan oleh ummat lain. Allah berfirman:


"Kamu adalah ummat terbaik yang dimunculkan untuk manusia, (agar kamu) menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah.." (QS. Ali 'Imran: 110.)

Allah berfirman pula:

"Demikian pula Kami menjadikan kamu (ummat Islam), umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatanmu)". (QS. Al-Baqarah: 143.)

Kedudukan yang sangat terhormat ini bukan sekedar cek kosong, tanpa ada implikasi dan tuntutan. Justeru di balik keutamaan yang tinggi inilah ummat Islam ikut bertanggung jawab atas setiap penyimpangan yang dikerjakan ummat manusia terhadap hukum-hukum Ilahi, baik yang bersifat Kauniyah maupun Syar'iyah, beserta dampak-dampak yang ditimbulkan oleh penyimpangan itu. Ummat ini akan diinterogasi untuk dimintai pertanggungjawaban di depan Mahkamah Ilahi mengenai segala penomena buruk yang terjadi di semua sektor kehidupan; di bidang-bidang agama, pendidikan, politik, ekonomi, sosial-budaya, seni dan pers. Allah berfirman:

"Sesunguhnya Kami akan menanyai ummat-ummat yang diutus rasul-rasul kepada mereka, dan sesungguhnya Kami akan menanyai pula rasul-rasul itu". (QS. Al- A'raf: 6.)

Fakta membuktikan bahwa ummat Islam tidak hanya lupa akan tanggung jawab ini, tapi ummat ini telah jauh tertinggal di bidang-bidang kehidupan, lebih dari itu banyak di antara ummat ini menjadi bangsa tertindas, dimarjinalkan oleh ummat-ummat lain dari lini-lini kehidupan bahkan tidak jarang mereka diperangi dan menjadi korban pembantaian. Sungguh suatu kondisi yang amat disayangkan sekaligus memprihatinkan. Padahal Allah SWT. telah memberikan jalan dan sarana kemudahan untuk mencapai derajat tertinggi, serta menunjukkan cara terbaik untuk mempertahankan status sebagai ummat tauladan.

Sarana dan jalan untuk mencapai kemenangan itu sudah nyata dan jelas di dalam Al-Qur'an yang intinya bermuara pada keimanan yang benar, beramal saleh dan menyampaikan kebenaran secara jelas (al-balaaghul mubiin) kepada seluruh ummat manusia, yang lebih dikenal dengan istilah tablig atau berdakwah. Karena menyampaikan dakwah Islamiyah adalah tugas utama Rasulullah SAW. yang harus dilanjutkan oleh umatnya sesudah beliau tiada. Allah berfirman:

"Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Jika kamu tidak mau mengerjakannya, berarti kamu tidak menyampaikan risalah-Nya". (QS. Al-Maidah: 67.)

Allah juga berfirman:

"Dan tidaklah wajib atas rasul selain hanya menyampaikan (risalah Allah) secara jelas". (QS. An-Nur: 54)

Al-balaagh secara sederhana dapat diartikan sebagai menyampaikan kebaikan, menyuarakan kebenaran dan merealisasikan petunjuk Tuhan kepada seluruh manusia agar mereka terselamatkan dari segala bentuk dekadensi, keterbelakangan, kebodohan dan kesesatan yang sedang melanda mereka. Atau dalam bahasa Al-Qur'an terkenal dengan sebutan da'wah ilaa-Llah dan amar bil ma'ruf dan nahi 'anil munkar. Kedua jalan inilah yang dipesankan oleh Allah kepada kaum muslimin agar ummat ini meraih kemenangan. Allah berfirman:

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung." (QS. 3:104)



Jika ada pertanyaan, langsung kirim aja ke 0411-9303899 (esia) atau irmbf@yahoo.com



Artikel Terkait:

0 komentar:

Flash

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP