..::::::..

ulama' menyerukan revolusi. bukan demokrasi!

DUBAI (Arrahmah.com) - Sekelompok ulama mengeluarkan pernyataan yang mendukung revolusi Tunisia dan Mesir, serta mencela demokrasi dan partai-partai politik yang tidak Islami, Al Arabiya melansir pada Selasa (22/2/2011).

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh 90 ulama dari seluruh dunia Islam berisi pujian terhadap revolusi yang menggulingkan kediktatoran Tunisia dan Mesir dan mengantarkan negara-negara tersebut pada era baru keadilan dan kebebasan.

Pernyataan tersebut juga mengecam Zein El Abidin Ben Ali dan Hosni Mubarak, mantan presiden Tunisia dan Mesir, yang masing-masing telah menghinakan dan menyeret rakyat pada kondisi yang buruk.

Pernyataan itu juga menunjukkan peran kedua presiden dalam melanggengkan korupsi dalam politik, administrasi, dan keuangan yang berlaku di negara mereka serta penyiksaan tahanan.

Namun, para ulama pun mengecam seruan revolusi yang hanya menyerukan demokrasi. Demokrasi, ulama berpendapat, memungkinkan siapapun untuk memutuskan sesuatu yang bahkan tidak Islam dalam urusan negara mereka.

"Dalam demokrasi, orang mungkin memilih hal-hal yang dilarang dalam Islam seperti membangun lokalisasi pelacuran, memungkinkan homoseksualitas, konsumsi alkohol, dan riba, serta pelarangan terhadap muslim untuk melaksanakan shalat dan mengenakan jilbab.

Alternatifnya, mereka berpendapat, adalah dengan menerapkan konsep "syura", dengan catatan bahwa segala hal yang sudah jelas dilarang dalam Islam tidak boleh diganggu gugat.

Selain itu, para ulama pun memperingatkan keterlibatan pihak yang tidak Islami dalam panggung politik sejumlah negara muslim dan mengutip contoh partai politik dengan ideologi komunis atau sekuler.

Dalam pernyataan ini pun diserukan agar para muslimah Tunisia kembali pada Islam setelah keberangkatan Ben Ali, yang memberlakukan sekularisme, dan mulai mematuhi aturan Islam dalam berpakaian, yang sempat dilarang oleh Ben Ali.

Pernyataan itu ditandatangani oleh para ulama dari berbagai negara Muslim, termasuk Arab Saudi, Yaman, Sudan, Bahrain, Kuwait, dan Lebanon. (althaf/arrahmah.com)

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...

Read More......

Jangan Biarkan Pornografi Merenggut Kepolosan Anak-anak Kita

(Oleh-oleh dari Seminar Sex & Financial Planning)

Senang sekali pagi tadi (Sabtu, 15/1) dapat berjumpa dengan Bunda Elly Risman dalam seminar “Sex & Financial Planning” di Universitas Paramadina. Meski telat, begitu masuk ruangan, saya sudah disuguhi dengan data dan fakta bahwa anak-anak usia SD di negeri kita tercinta ini sudah banyak yang melakukan seks bebas.

Bayangkan, usia SD! Saya hanya bisa mengelus dada melihat tampilan di layar proyektor yang menyajikan berbagai headline dari surat kabar mengenai kasus seks bebas yang menimpa anak-anak SD itu. Mereka tidak hanya menjadi korban, tapi banyak yang menjadi pelaku. Ada anak yang memperkosa teman sekelasnya, dsb.

Mungkin Anda tidak percaya, tapi survey yang dilakukan oleh Bunda Elly selama tahun 2008—2010 kepada anak-anak usia SD (kelas 4,5, dan 6) menyimpulkan bahwa mereka sudah kenal seks, dari yang ‘kelas ringan’ hingga ‘kelas berat’. Dalam survey itu, anak-anak juga diminta untuk menuliskan pertanyaan yang terkait dengan seks.

Rupanya, banyak istilah seks yang mereka tanyakan, yang aneh-aneh, yang saya sendiri juga tak sanggup menuliskannya di sini. Astaghfirullah! Ayah, Bunda, ke mana saja engkau selama ini…

Bunda Elly kemudian menjelaskan dengan rinci dari mana saja sumber pornografi itu dapat diakses oleh anak-anak. Tentu saja, media sangat berperan. HP, internet, games, televisi, koran, majalah, vcd, semua dapat diakses dengan mudah, kapan saja, di mana saja. Ayah, Bunda yang memberikan hape untuk putra/inya agaknya harus berpikir seribu kali mengenai dampaknya. Banyak video asusila dan adegan-adegan tak pantas dapat dengan mudah berpindah dari satu hape ke hape lainnya.

Belum lagi fasilitas internet yang hanya dengan sekali klik, ribuan situs porno dapat terakses. Sebagai catatan, ratusan situs porno bermunculan setiap minggunya. Bayangkan, ketika anak kita diberikan tugas Biologi mengenai nyamuk dan lalat, misalnya, mereka dapat dengan tidak sengaja mengakses situs porno karena situs ‘nyamuk**.com’ dan ‘lalat**.com’ salah satu situs porno. Ada beberapa situs porno yang paling banyak diakses oleh anak-anak, di antaranya: ***tube.com dan naruto***.com.

Selain internet, games juga jadi media porno yang efektif untuk anak-anak, lihat saja games GTA San Andreas dan Sims I & II yang banyak dimainkan oleh anak-anak tanpa pengawasan kita, bahkan kita sendiri pun belum tentu tahu games itu.

Baru-baru ini juga ada sebuah games yang diluncurkan, yaitu Rape Lay, yang banyak dikecam di dunia internasional karena menampilkan gambar-gambar seronok dengan vulgar dan jalan ceritanya pun memang dikondisikan seperti itu. Lihat saja dari judulnya, Rape Lay = Rape Play.

Naudzubillahi min dzalik kalau sampai anak-anak kita mengakses games itu. Ayah, Bunda, menjadi catatan juga untuk orang tua yang memperkenankan anak-anaknya untuk bermain di warnet dan games center. Untuk menarik fulus dari anak-anak, bahkan ada warnet yang menawarkan paket ‘Durhaka’, yakni dari Jumat malam hingga hari Minggu, anak-anak bisa main games sepuasnya ditambah disediakan makanan dan minuman pula hanya dengan membayar Rp50 ribu! MasyaAllah, jangan sampai kita jadi orang tua yang membiarkan anak-anak seperti itu.

Belum lagi dari televisi. Beberapa film kartun yang ditonton anak-anak juga merupakan sarana penyebaran pornografi, misalnya: Sinchan, Naruto, bahkan Popeye. Sinetron remaja juga setali tiga uang, bahkan tak segan menampilkan adegan ciuman oleh pelajar SMP! Ayah, Bunda, tak heran ya, jika begitu marak kasus seks bebas dan pornografi melanda anak-anak kita. Jangan kaget juga kalau belasan siswi di salah satu SMP negeri di Jakarta juga ketauan berprofesi sebagai PSK.

Dahsyatnya serbuan pornografi kepada anak-anak kita ternyata tak disadari oleh sebagian besar orang tua (dan mungkin kita termasuk di dalamnya). Ayah dan Bunda terjebak dalam pola lama, yaitu Ayah mencari nafkah, Bunda mengasuh anak. Ortu mengekspor tanggung jawab dengan menyekolahkan anak ke SDIT atau sekolah Islam lain. Saking sibuknya ortu, waktu akhir pekan pun malah diisi dengan ‘menceramahi’ anak ini-itu yang membuat jarak ortu dengan anak semakin jauh.

Ayah, Bunda, sadarkah kita dengan pola asuh yang kita terapkan selama ini? Anak-anak ‘berteriak’ minta diberikan pendidikan seks sejak dini, tapi kita masih tabu dan saru membicarakannya. Akankah kita berdiam diri saja, membeo, atau mengulang sejarah yang kelam?! Tidak.

Kini saatnya, Ayah dan Bunda mengubah pikiran, bahwa mengasuh anak yang merupakan anugerah Tuhan yang paling berharga adalah tanggung jawab dunia akhirat. Kelak, kita akan ditanyai pada hari kiamat, bagaimana kita mendidik anak-anak kita. Bagaimana cita-cita kita ingin menjadikan anak soleh-soleha, berguna bagi nusa dan bangsa, jika Ayah dan Bunda terus saja menuntut prestasi akademis tapi membiarkan jiwa sang anak labil tanpa pegangan agama?!

Sebagai solusi, Bunda Elly memberikan kiat dasar mengajarkan seksualitas sejak dini. (Ingat, seks dan seksualitas itu berbeda). Pertama, jangan borongan: mulai dari sedini mungkin, misal: anak usia 3-5 tahun diberikan pengetahuan tentang laki-laki dan perempuan. Kedua, hadirkan Allah selalu dalam berkomunikasi dan memberikan pengetahuan kepada anak. Ketiga, jangan pernah ekspor tanggung jawab sebagai ortu kepada sekolah. Keempat, perhatikan konsep diri anak, jangan sampai anak minder dan mempunyai konsep diri yang buruk karena omongan ortunya yang merendahkan. Kelima, biasakan anak untuk berpikir kritis. Keenam, jadilah model dan teladan yang baik untuk anak-anak, jangan sampai anak malah meniru para artis sebagai panutannya. Ketujuh, terlibat penuh dalam perkembangan anak, selalu tanya pendapatnya mengenai suatu hal.

Sebagai catatan, ortu juga mesti menuntaskan pengetahuan tentang Thaharah (bersuci) sebelum si anak berumur 10 tahun. Pada masa sekarang, karena gizi yang semakin baik, anak-anak ada yang mencapai baligh pada usia 9 tahun (perempuan) atau 10-11 tahun (laki-laki).

Maka, ortu harus memberikan pemahaman mengenai apa itu haid/menstruasi atau mimpi basah kepada anak dan apa konsekuensinya. Dalam Islam, kita diajarkan untuk bersuci atau mandi wajib setelah terjadi hal tersebut agar dapat melaksanakan ibadah seperti biasa. Ajarkan pula kepada anak mengenai hal itu.

Yang paling penting, ortu harus kompak memantau perkembangan anak dan jalin komunikasi yang baik dengan anak sehingga anak tidak mencari pelarian lain. Buat tabel kurikulum pendidikan seks untuk tiap anak yang berisi kegiatan yang akan dilakukan, siapa mentornya, dan kapan dilaksanakan.

Misalnya, penjelasan mengenai dampak positif dan negatif internet, PS, HP, TV kepada anak-anak. Dalam menghadapi pertanyaan yang aneh-aneh dari anak, biasakan untuk tetap tenang, dan cek dahulu pemahaman anak, baru menjawab pertanyaan dengan sederhana dan sesuaikan dengan usia serta perkembangan anak.

Semoga tulisan ini dapat menjadi renungan untuk Ayah, Bunda, dan teman-teman semua. Ayah, Bunda yang sudah menjadi orang tua, mulai saat ini, ubahlah pola asuh anak dan tanamkan agama sejak dini. Buat yang sudah menikah, saatnya untuk menimba ilmu tentang pola pengasuhan anak yang baik dan rencanakan bagaimana cara yang efektif mendidik anak.

Bagi teman-teman yang belum menikah, terus perbaiki diri dan mencari pasangan hidup yang baik agamanya karena sangat menentukan bagaimana generasi yang akan kita lahirkan kelak. Semoga bermanfaat.

Indah P. Rukmi (calon Bunda yang sedang belajar menjadi orang tua)

Sumber:eramuslim.com


Read More......

Apa yang Menghalangimu untuk Tersenyum???

Apa yang menghalangimu untuk tersenyum saat engkau bertemu dengan orang lain? padahal ia sangat mudah bagimu,dan engkau pun mengetahui bahwa tersenyum kepada saudaramu adalah sedekah.sebagaimana Rasulullah bersabda “senyummu kepada saudaramu adalah sedekah”.


Juga engkau mengetahui bahwa tersenyum tidak membutuhkan biaya darimu,bahkan tidak membutuhkan tenaga dari kekuatanmu, ia hanya menggunakan beberapa otot di wajahmu…

Saudaraku…
Senyummu kepada saudaramu adalah kesejukan,seperti kesejukan embung membasahi dedaunan,senyummu adalah obat penawar bagi hati-hati yang bersedih, pemberi semangat bagi jiwa-jiwa yang lesu,jangan engkau memandang enteng amal ini

Saudaraku…
Cobalah renungkan, andai anda berada di tempat yang asing, tidak ada keluarga dan sanak famili, tidak ada kenalan dan sahabat, tidak ada seorangpun yang bisa tersenyum dan menyapa padamu…bagaimana perasaan mu saat itu?

Atau di saat anda dalam keadaan bersedih, atau sakit…lalu semua orang malah cemberut padamu?bagaimana perasaanmu saat itu?tentu engkau akan merasa semakin sedih dan semakin sakit, padahal obat dari dokter tidak pernah kurang, buah-buah dan makanan lainnya selalu terhidang dikamarmu …lalu apa yang engkau harapkan ???diantara yang anda harapkan adalah senyuman

Wahai saudaraku tercinta…
Jika anda seorang Ayah atau Ibu,maka hadiah pertama yang engkau berikan saat anak anda membuka matanya saat ia terbangun dari tidurnya adalah senyuman manis,kemudian ucapkan selamat dan syukur kepadanya seraya menuntunnya untuk membaca doa bangun tidur, sedekahkanlah senyum padanya sebelum anda mensedekahkan segelas susu untuknya, dan ini akan menjadi hadiah terindah untuknya sebelum hadiah yang lainnya.

Jadikanlah senyum ini sebagai hiasan di setiap sudut dan ruangan dalam ruas-ruas waktu anda

Jika anda adalah suami bagi istrinya,maka jangan anda kikir kepadanya.bahkan tersenyum kadang menjadi barang yang sangat langkah,sampai kadang istri harus menunggu dalam waktu yang lama untuk mendapatkan senyummu.

Wahai saudaraku…
Bukankah engkau telah mengetahuinya bahwa setiap hari istrimu harus bangun sebelum anda dan anak-anak anda terbangun?dia harus mempersiapkan segalanya dalam waktu yang bersamaan.Menyiapkan sarapan,pakaian dan membersihkan rumah.Dia melakukannya sendiri karna mungkin anak-anaknya masih kecil-kecil dan banyak…belum berhenti sampai di sini, karna dia harus mengantar anak-anaknya pergi sekolah berjalan kaki, dia kembali sesudah itu dengan setumpuk pekerjaan di rumahnya,memasak,mencuci,menyetrika dan lain-lain.
Lalu dimana anda saat itu?

Saudaraku, jika dalam segenap kepenatannya engkau datang dan tersenyum padanya, rasanya semua kelelahan seharian bekerja itu akan hilang seketika, karena senyummu untuknya seperti air segar yang mengguyur tenggorokannya dan segera memberi kesegaran dalam seluruh tubuhnya. Semangatnya bangkit kembali, seakan tak terasa beban-beban dalam hidupnya walau sebenarnya ia harus peras keringat dan banting tulang.

Saudariku…
Jika anda seorang Istri maka kado termahal untuk suami anda adalah senyumanmu…

Suami anda akan keluar rumah dengan harap-harap cemas kemana ia harus mencari rezeki untuk anak-anaknya.diluar beliau akan bertgelut dengan kemacetan,kekerasan dan persaingan,ditempat kerja ia harus bertahan dengan segala omelan atasan.atau pusing dengan ulah karyawan atau bawahan…bingun denga 1001 masalah yang dihadapinya…

Wahai saudariku...
Maka jika ia pulang jadikan rumahmu seperti sorga baginya….jadikan senyummu sebagi hiburan untuknya…jadikan ia senang memandangmu dengan senyummu yang manis, bahkan engkau mampu membuatnya tersenyum karena kecantikan wajahmu, kebersihan pakaianmu dan kepintaramu berhias di hadapannya….senyummu mampu menghilangkan segala kegundahan dan kegalauan berfikirnya, jika engkau tersenyum padanya berarti engkau telah bersedekah sebelum engkau menyedekahklan yang lainya untuk suamimu…..

Saudaraku…apa yang menghalangimu….???
Jika anda seorang anak maka pandai pandailah berterima kasih kepada kedua orang tuamu

Berikan apa yang merupakan haknya, berikan cinta sepenuh hati untuk keduanya,jangan engkau menelantarkannya karena ia termasuk dosa besar..jangan menghardiknya dan membantahnya..dan berlemah lembutlah kepadanya…jadikanlah senyum sebagai hiasan wajahmu saat keduanya memandang wajahmu atau engakau memandang wajah keduanya…

Wahai saudaraku…
Saat engkau berada dalam kandungannya, ibumu selalu tersenyum padamu walau engkau tidak mengetahuinya, berbicara padamu walau engkau tidak mendengarkannya, bahkan keduanya telah menyiapkan nama untukmu walau ia belum mengetahui jenis kelaminmu…

Bajumu, ayunanmu, ranjang kecil lengkap dengan kelambu dan bantal-bantalnya telah siap menunggu kelahiranmu….

Saudaraku….di saat lahirmu…ibumu tersenyum dalam rasa sakitnya yang mendalam….

Iya tersenyum bahagia dengan kehadiranmu, beribu kali ia harus mengucap syukur dengan keselamatamu…..

Saudaraku….
Saya tidak dapat menulis setiap senyum kedua orang tuamu dalam setiap tahapan usiamu…karena saya tidak mampu menulis semuanya. Saya kira engkau pasti sudah mengetahuinya apa lagi bagi anda yang sudah menjadi orang tua terhadap anak-anaknya hari ini.
Apa yang kutuliskan untukmu kali ini hanyalah sebagian kecil saja dari apa yang seharusnya tertulis.

Saudaraku…
Jika anda seorang tetangga, mana senyum untuk tetanggamu
Jika anda seorang guru,mana senyum untuk murid-muridmu
Jika anda seorang murid, mana senyum untuk gurumu
Jika anda seorang direktur, mana senyum untuk karyawanmu
Jika anda seorang Da’i,mana senyum untuk mad’u anda
Jika anda seorang dokter,mana senyum untuk pasien anda
Jadi apa yang menghalangimu untuk tersenyum???

Saudaraku…
Tersenyumlah sebelum datang saatnya anda ingin selalu tersenyum tapi anda sudah tidak bisa melakukannya.Semoga bermanfaat untuk keluarga besarku dan semua saudaraku

(Catatan:Tersenyum itu lebih gampang ketimbang cemberut, karena otot yang digunakan untuk tersenyum lebih sedikit daripada cemberut, Seperti dikutip dari Howstuffworks (4/12/2010):beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum.Subhanalloh)

(From:Jakarta, abu_abdillah3166@yahoo.comE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya )

Read More......

PEMUDA GENERASI HARAPAN

Generasi harapan; merekalah generasi muda.Merekalah yang mendominasi jumlah pasukan yang berjihad bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam . Sebagian besar penceramah dan singa podium di masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga generasi muda. Para utusan dan ajudan Rasulullah juga generasi muda. Generasi muda yang seperti inilah yang menjadi orang-orang pilihan, menjadi pelita hidup dan menjadi panutan yang dapat dibanggakan. Dan inilah generasi kita saat ini. Generasi yang sangat bertolak belakang dengan generasi sahabat. Mereka larut dengan arus syahwat yang mendera dan arus syubhat yang mengalir. Sehingga cahaya dan pelita hidup yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam semakin redup dan hampir tak bersinar lagi.

Mereka adalah generasi muda yang tidak pernah menghadiri acara ceramah agama. Enggan menghadiri kajian yang membahas tentang keistiqamahan
(komitmen terhadap ajaran Islam) dan perbaikan diri. Generasi muda yang tidak menjaga shalat lima waktu, apalagi secara berjamaah. Padahal, mereka mengaku
cinta Allah dan Rasul-Nya.

Tapi, sebenarnya di dalam hati mereka, masih terdapat sisa-sisa pancaran iman. Iman itu sama sekali belum tercabut dari hati pemuda kita. Biji
dan pancaran iman itu masih terasa dan masih ada.
Meski sebagian di antara mereka lebih suka mendengarkan nyanyian-nyanyian cengeng dan murahan daripada mendengarkan ayat-ayat Allah. Walaupun kebanyakan dari mereka lebih gemar membuka dan membaca majalah-majalah mesum pengumbar dosa daripada membuka dan mengkaji hadits-hadits Nabi yang diwariskan oleh sang pendidik kebaikan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam . Tapi, mereka masih memiliki fitrah. Di lubuk hati mereka yang paling dalam terukir kalimat “Lâ ilâha illallâh, Muhammadun Rasûlullâh”. Ketika kepala mereka keluar dari perut ibu mereka menuju permukaan bumi, masing-masing membawa prinsip tauhid
(pengesaan Allah). Allah eberfirman (yang artinya), “Dan ingatlah ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Rabbmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap hal ini (ke-Esaan Allah)”.” (QS. Al A’râf: 172).

Sesungguhya di dalam jiwa generasi muda masih terdapat rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya e. Cinta mereka akan tampak ketika terjadi berbagai benturan.
Contoh, kita mungkin pernah melihat seorang pemuda yang memegang rokok di tangan kanannya dan memegang majalah porno di tangan kirinya. Kita mendapatinya sering bermain dan lalai. Kita mendapatinya menyandang dan memainkan senar gitar dan alat-alat musik lainnya. Namun jangan coba menghina dan mengejek Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam di hadapannya, karena dia akan mempertaruhkan jiwanya dengan harga murah, untuk menghajar penghina itu.
Sebagian generasi ini ada yang tidak melaksanakan shalat—padahal orang yang meninggalkan shalat adalah kafir (menurut salah satu pendapat ulama). Namun
manakala dia dipanggil dengan “Wahai orang kafir”, maka dia akan murka dan siap menyerang, bahkan akan mempertaruhkan nyawanya. Karena baginya,
kekafiran adalah dosa dan aib yang paling besar.
Mereka tidak akan rela bila kita memanggilnya dengan “Wahai orang fasik!”, “Wahai orang kafir!”. Dia juga tidak akan rela bila kita merobek-robek al-Qur’an.
Sebenarnya, generasi seperti ini, masih jauh lebih baik dan lebih utama daripada generasi kesesatan—semoga Allah memberi mereka petunjuk—yaitu mereka yang
mengambil al-Qur’an, lalu merobek-robeknya di jalan-jalan raya dan menginjak-nginjaknya dengan sepatu-sepatu berlaras. Mereka jauh lebih terhormat daripada para penyeru kesesatan, yaitu orang-orang yang bergerombol di jalan-jalan, berteriak-teriak menolak hukum Allah dengan keangkuhan.
Hanya saja, apabila generasi harapan ini terus-menerus dalam kelalaian, hal ini akan menjadi ancaman dan bahaya yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat dan umat Islam.

Generasi muda sebagai harapan umat, mengapa tak memikirkan nikmat Allah Subhanahu Wata'alaang sangat banyak dan agung ini. Allah telah memberikan mata, pendengaran, hati, dan berbagai karunia yang sangat banyak kepadanya. Allah juga telah memberikan usia muda, kekuatan, dan harta benda kepadanya.
Apakah semua itu hanya akan dibalas dengan bermain, dan menyia-nyiakan berbagai nikmat dan karunia yang besar ini? Apakah balasan nikmat kesehatan, kesempatan, dan harta adalah dengan pergi ke tempat-tempat hiburan? Beginikah kita membalas semua karunia ini? Beginikah cara kita membalas semua kebaikan ini?

Seseorang di antara mereka ada yang seperti tiang kapal yang kokoh dan berbadan kekar! Akan tetapi, ketika waktu shalat tiba, dia sama sekali tak bergeming. Tidak beranjak pergi. Allah Uberfirman, artinya, “Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar.”(QS. Al Munâfiqûn: 4). Seseorang di antara mereka, ada pula yang begitu semangat menghajar saudaranya sesama pelajar lantaran hal sepele, namun ketika melihat saudarinya diganggu lelaki hidung belang, dia tak mampu menggerakkan tangannya untuk membelanya.

Kita bertanya kepada para generasi muda harapan Islam: Apakah Anda rela menerima keadaan Anda seperti ini? Relakah Anda kelak menerima anak Anda seperti diri Anda, baik itu sebagai pelajar atau pun mahasiswa yang gemar tawuran? Sebagai pengedar atau pun konsumen narkotika? Meninggalkan shalat, atau bersama
nyanyian-nyanyian cengeng dan murahan, atau terbelenggu nafsu syahwatnya?
Demi Allah, seorang pemuda yang berakal sehat, tak akan rela dengan semua ini! Tetapi—Maha Suci Allah, hawa nafsu itu sungguh membutakan. Barangkali kalau kita mengingatkan pemuda ini dengan seseorang yang disiksa di dalam api neraka, mungkin dia akan menangis. Tetapi dirinya sendiri tidak
merenungkannya dan tidak mengajaknya untuk menghayatinya. Sesungguhnya pintu taubat senantiasa masih terbuka lebar untuk kita semua. Pintu
itu tidak akan ditutup, sampai matahari terbit dari arah barat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
{Ø¥ِÙ†َّ اللَّÙ‡َ عَزَّ ÙˆَجَÙ„َّ ÙŠَبْسُØ·ُ ÙŠَدَÙ‡ُ بِاللَّÙŠْÙ„ِ Ù„ِÙŠَتُوبَ Ù…ُسِيءُ
النَّÙ‡َارِ ÙˆَÙŠَبْسُØ·ُ ÙŠَدَÙ‡ُ بِالنَّÙ‡َارِ Ù„ِÙŠَتُوبَ Ù…ُسِيءُ اللَّÙŠْÙ„ِ Ø­َتَّÙ‰
تَØ·ْÙ„ُعَ الشَّÙ…ْسُ Ù…ِÙ†ْ Ù…َغْرِبِÙ‡َا}


“Sesungguhnya pada setiap malam, Allah ‘Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya, agar orang yang berbuat kejelekan di malam hari bertaubat. Allah juga membentangkan tangan-Nya pada siang hari, agar orang yang berbuat kejelekan pada malam hari bertaubat, sampai matahari terbit dari arah barat.”(HR. Muslim).

Maka marilah kita semua segera bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata'ala.Generasi Muda, Mereka yang Istiqamah, Mereka yang dihina, dikucilkan, hanya karena mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan dituduh dengan tuduhan bahwa mereka menganut agama baru, kader-kader teroris! Orang-orang kafir itu mengejek orang-orang Islam dengan mengatakan, “Kalau al-Qur’an ini benar, tentu kami lebih dahulu beriman kepadanya daripada mereka orang-orang miskin dan lemah, seperti Bilal, ‘Ammar, Shuhaib, Khabbab, dan sebagainya.” Mereka berkata sebagaimana dikutip dalam al-Qur’an, “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal orang-orang yang mengikuti kamu adalah orang-orang hina?”(QS. Asy-Syu’arâ: 111).
Banyak generasi muda yang komitmen terhadap agama ini telah diuji dengan berbagai fitnah, tuduhan, serta komentar pahit dari para durjana, hanya karena mereka mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam . Mereka tidak mengomentari orang-orang yang mencukur jenggotnya, mengapa ia mencukurnya? Mereka juga tidak mengomentari orang-orang yang memanjangkan pakaiannya melewati mata kaki, mengapa ia memanjangkannya?

Mana komentar mereka terhadap perempuan-perempuan berpakaian seronok dan tak bermoral, mengapa mereka mengenakannya? Tidak juga kepada orang yang minum arak, mengapa dia minum arak? Tidak pula kepada orang yang menenteng majalah mesum dan porno, mengapa dia membawa majalah tersebut? Tapi, mereka justru memberikan komentar miring kepada hamba-hamba Allah, hanya karena mereka ingin mengikuti dan menegakkan sunnah junjungan mereka; Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam .

Dari berbagai sumber
Buletin Al-Fikrah edisi 05 tahun XII/09 Shafar 1432 H

Read More......

Valentine’s Day Dilarang karena Merusak Aqidah dan Moral

Acara valentine’s day atau apa yang dianggap sebagai hari kasih sayang (padahal kasih sayang tidak mengenal hari tertentu) telah dilarang di Bukittinggi Sumatera Barat. Larangan serupa juga sudah ditetapkan di Brunei Darussalam dan lainnya. Berbagai sikap yang menolak bahkan mengharamkan acara valentine yang berasal dari bid’ahnya agama kekafiran dari Katolik itu telah lama dikemukakan oleh para ulama. Sehingga penolakan dari Ummat Islam pun bergejolak di sana-sini.

Anehnya, justru ada yang seakan mengail di air keruh. Untuk kepentingan mengenalkan partai atau istilahnya kampanye maka ikut nimbrung mengadakan semacam valentine’s day.



Dengan kenyataan itu berarti ada tarik menarik yang sebenarnya seru mengenai vakentine’s day. Ini tampaknya menambah sikap Ummat Islam yang menolak dan bahkan melarang acara valentine’s day makin tegas.



Momentum ini tampaknya sangat bagus apabila digunakan oleh yang berwewenang untuk mengintensipkan razia-razia kejahatan termasuk razia kejahatan moral atau kemesuman yang telah digalakkan akhir-akhir ini. Mungkin sekali hasil tangkapannya akan lebih banyak lagi. Namun kalau moment ini dilewatkan begitu saja, kemungkinan justru yang muncul adalah penangkap-penangkap yang tidak resmi, yang telah merasa gerah dengan melonjaknya jumlah aneka kejahatan termasuk kejahatan moral.



Bila itu terjadi maka akan timbul masalah baru lagi, yakni mempermasalahkan penangkap-penangkap tak resmi itu (yang sebenarnya kalau diadakan razia kejahatan sekitar hari valentine maka tak ada masalah). Sedang masalah yang harus dihadapi yakni makin banyaknya kejahatan (termasuk kejahatan moral) terlewatkan begitu saja di saat momentumnya sangat tepat untuk dirazia itu.



Bila sampai benar-benar hari valentine itu tidak ada razia kemesuman, maka para petugas itu ibarat pemain bukan pemain yang jeli. Hingga mainnya seperti kata pepatah: Yang diraih tiada dapat, yang dikandung berceceran. Mestinya menangkapi orang-orang yang berbuat mesum, mungkin malah menangkapi orang-orang yang kemungkinan beraksi akibat tidak tahan melihat makin beraninya dan tidak malu-malunya orang-orang berbuat mesum di mana-mana.



Gejala makin rusaknya moral di kalangan muda dan remaja sudah sangat memprihatinkan. Bagaimana pula bila apa yang mereka sebut hari kasih sayang yang sudah berubah jadi seakan hari seks bebas itu dibiarkan. Oleh karena itu dapat kita fahami, tahun ini mulai ada larangan acara valentine’s day.

Inilah kenyataan berita-beritanya:
Di Bukittinggi, Valentine Day Dilarang
Rabu 13 Februari 2008

Pemko Bukittinggi mengambil langkah berani, menutup habis semua bentuk kegiatan Valentine Day (hari kasih sayang). Kebijaksaan itu diambil setelah melaksanakan musyawarah dengan Muspida. Hotel, restoran dan sejenis dilarang mengadakan acara yang ber­nuansa maksiat tersebut, dan mungkin ini satu-satunya di Indone­sia Pemda melarang perayaan tersebut.

Walikota Bukittinggi, Drs. H. Djufri, didampingi Wakil Walikota, H. Ismet Amzis, SH., dan Sekda Drs. H. Khairul, menyampaikan hal itu dalam jumpa pers, Selasa (12/2). Jumpa pers itu juga dihadiri PHRI Bukittinggi, Kakan Kesbanglinmas, Kakan Sat Pol PP, Kakan Perhubungan, Kakan Pariwisata, Seni dan Budaya, dan Kabag Humas.

“Saya sangat banyak menerima pesan pendek lewat telepon selular saya. Yang intinya melarang adanya perayaan Valentine Day di Bukittinggi. Masukan dari masyarakat itu dimusyawarahkan dengan Muspida, dan ternyata Muspida sepakat di Bukittinggi tidak ada acara perayaannya,” tegas Walikota.

Selain banyaknya pesan pendek dari warga, seluruh wartawan yang bertugas di Bukittinggi, juga berharap yang sama. Warga tidak ingin di tanahnya ini ada acara yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Setelah dipelajari ternyata Valentine Day itu bukanlah budaya bangsa ini. “Ajaran agama yang kita anut, yakni Islam melarang acara seperti itu. Meski labelnya hari kasih sayang, toh bila sudah dilaksanakan tidak sesuai dengan aturan, maka dia jadi terlarang. Agama apapun di muka bumi ini tidak membolehkan penga­nutnya melakukan perbuatan maksiat,” katanya.
Dan, hari kasih sayang yang dirayakan 14 Februari itu, lebih bermuatan maksiat ketimbang kasih sayang. Bagi umat Islam, sesuai apa yang disampaikan lewat Alquran maksiat tersebut sangatlah terlarang. Sebagai realisasinya, selain tidak akan mengeluarkan izin bagi hotel dan restoran untuk acara tersebut, izin yang sudah terlan­jur diberikan baik dalam pentas musik dan sejenisnya, akan dica­but. Perizinan yang tengah dalam proses dihentikan dan dibatal­kan.

“Jangankan berbentuk acara, bentuk-bentuk propagandanya saja tidak boleh. Misalnya memasang spanduk, pamflet, stiker dan lainnya. Untuk itu SatPol PP Kota Bukittinggi siap mengawalnya. Pokoknya tidak ada Valentine Day,” Djufri sambil memerintahkan Kakan Pol PP untuk mengawal Bukittinggi Kamis malam lusa itu.

Walikota juga menghimbau seluruh warga kota , terutama keluarga yang mempunyai anak perempuan atau anak gadis, agar tidak membo­lehkan anak gadisnya keluar malam, kecuali dengan alasan penting. Karena selain Pemko dan jajarannya, warga sendiri juga berkewaji­ban membantu menertibkan kota ini.
Untuk lebih terpadunya pengawalan pada malam Kamis lusa itu, Pol PP bekerjasama dengan Polresta Bukittinggi, Kantor Perhubungan, Kantor Pariwisata dan Kantor Kesbanglinmas melakukan penjagaan di titik-titik rawan dalam kota , di hotel-hotel baik berbintang maupun hotel melati, rumah makan dan restoran serta tempat-tempat keramaian lainnya. Sementara itu, Edison , Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi, menyebutkan secara pribadi menyam­but baik langkah yang diambil Pemko tersebut. Namun, PHRI akan terus menyampaikannya kepada seluruh anggota PHRI Bukittinggi.

MUI dan LKAAM dukung
Sementara itu sejumlah elemen masyarakat, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bukittinggi, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Bukittinggi, menyatakan mendukung langkah yang diambil Pemko Bukittinggi tersebut. DR. Zainuddin Tanjung, MA., Ketua MUI Bukittinggi, menilai Valen­tine Day dan acara menyambut tahun baru bertentangan dengan agama Islam. MUI bahkan sudah melakukan upaya antisipasi lebih awal, seperti turun ke seluruh sekolah pada 8 Februari dan memberikan ceramah agama tentang larangan merayakan hari kasih sayang itu. “Secara umum siswa menyambut baik himbauan yang disampaikan oleh MUI tersebut. Selain itu menerbit buletin sebanyak 18.000 eksemp­lar yang isinya himbauan kepada masyarakat terutama kaum muslimin dan muslimat agar tidak ikut-ikutan merayakannya,” tambah Zainud­din lagi.

Ketua LKAAM Bukittinggi, M. H. Dt. Pandak, mengajak seluruh tokoh-tokoh adat di Bukittinggi untuk mendukung komitmen Pemko dalam melarang kegiatan perayaan Valentine dan perayaan menyambut tahun baru Masehi. “Sebab dipandang dari segi mana pun, termasuk dari sisi adat kegiatan itu jelas tidak sesuai. Apalagi bila melihat falsafah alam Minangkabau yang berbunyi Adat Basandi Syarak, Syarak Basan­di Kitabullah. Salah seorang tokoh masyarakat Kurai, Datuak Limbago Sati, perin­gatan tahun baru dan Valentine Day ini adalah usaha pihak luar yang hendak merusak akidah dan norma-norma yang berlaku di ranah Minangkabau ini.

Adanya langkah yang diambil Pemko yang melarang kegiatan terse­but, dihimbau kepada seluruh anak kemenakan agar mematuhi dan memakluminya. Ini adalah langkah yang berani, tepat dan terpuji di kalangan masyarakat. Salah seorang cendekiawan Bukittinggi, H. Sabir, SH., menyikapin­ya bahwa perbuatan yang mengarah pada maksiat, tidak hanya ber­tentangan dengan agama dan adat di Minangkabau ini, hukum positif pun mengatur tentang itu. Pasal 281 KUHP, mengancam dengan pidana penjara dua tahun delapan bulan, bagi barangsiapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan, dan barangsiapa dengan sengaja di depan orang lain yang ada di situ bertentangan dengan kehen­daknya melanggar kesusilaan. -K.01/202/203/432

Singgalang, Rabu 13 Februari 2008

Diposkan oleh Nasrul Azwar

Label: NEWS di Rabu, Februari 13, 2008 http://mantagisme.blogspot.com/2008/02/di-bukittinggi-valentine-day-dilarang.html

Pejabat ekskutif di Bukittinggi Sumatera Abarat berani melarang acara valentine, tetapi sebaliknya yang berkarsa agar berkuasa justru nimbrung bervalentine. Contohnya, berita berikut ini:

Di Depok
Jaring Pemilih Pemula, PKS Rayakan Valentine
Minggu, 8 Februari 2009 – 11:49 wib
Marieska Harya Virdhani – Okezone

DEPOK – Tampaknya tidak mudah menjaring pemilih pemula atau pemilih usia remaja untuk memberikan suaranya dalam pemilu mendatang.

Hal tersebut juga dirasakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS mengaku belum menemukan cara jitu untuk menggaet suara anak muda yang sangat potensial untuk memenangkan pemilu.

Tapi PKS tak kehabisan akal. Momen hari kasih sayang atau Hari Valentine pada 14 Februari mendatang diam-diam menjadi incaran PKS untuk mencuri perhatian anak muda, khususnya di wilayah Depok, Jawa Barat.

“Karena itu pada momen Valentine, PKS akan memanfaatkan untuk membagikan hadiah yang identik dengan Valentine seperti cokelat yang diselipkan stiker caleg, bunga yang ada lambang nomor 8. Setiap kader khusus mendatangi para remaja,” ujar Ketua DPD PKS Depok Mujtahid Rahman Yadi, Minggu (8/2/2009).

Dalam program Ketok Sejuta Pintu rumah yang diluncurkan PKS, para kader pun mengaku kesulitan untuk melakukan sosialisasi kepada anggota keluarga yang masih tergolong pemilih pemula.

“Yang paling susah memperkenalkan (PKS) ke anggota keluarga karena berbeda pilihannya. Apalagi mendekati pemilih pemula atau remaja, dan sampai sekarang kami belum menentukan formula untuk remaja,” pungkasnya.( lam).http://pemilu. okezone.com/ index.php/ ReadStory/ 2009/02/08/ 267/190574/ pks-rayakan- valentine- untuk-jaring- pemilih-pemula



Di Malaysia

Pasangan Islam dilarang sambutan Hari Valentine esok

Feb 13, 06 7:10pm

Pasangan umat Islam yang bercinta dilarang menyambut dan meraikan Hari Valentine atau Hari Kekasih kerana ia diharamkan oleh Islam, kata Timbalan Pengerusi Jawatankuasa Pembangunan Islam Hadhari Terengganu Muhammad Ramli Nuh. http://www.malaysiakini.com/news/46861



Di Brunei Darussalam

*Senin, 4 Februari 2002*

*Hari Valentine Dilarang di Brunei

Bandar Seri Begawan- Para pemimpin Islam di Brunei mengingatkan Muslim setempat agar tidak turut merayakan ”Hari Valentine” karena ini bukan kebiasaan Islam, dan sesuatu yang dapat ”menggerogoti nilai-nilai moral, melemahkan masyarakat dan menghancurkan Islam.” Dalam khotbah tertulis yang disampaikan di mesjid-mesjid pekan lalu ke kesultanan berpenduduk mayoritas Islam itu, para ulama setempat mengingatkan mengenai adanya upaya untuk melemahkan masyarakat dan menghancurkan Islam.

”Kita harus mengingat upaya-upaya oleh anasir-anasir tertentu untuk melemahkan umat dan menghancurkan Islam yang terus berlangsung tiada henti,” kata para ulama dalam khotbah yang dipersiapkan tersebut.

”Mereka akan mencoba semua sarana dan cara untuk melemahkan ummat, khususnya kaum muda dengan menanamkan kebudayaan negatif mereka ke dalam masyarakat kita seperti mempromosikan Hari Valentine,” kata mereka. Para ulama Brunei itu mengemukakan keutamaan akan cinta pada Allah dalam Islam. ”Oleh karena itu, lebih baik bagi kita memperkuat hubungan dengan Allah, Yang Mahakuasa, dan merayakan cinta kita akan Dia dengan berperilaku baik, yang pada akhirnya akan memperkuat cinta kita padasatu dengan yang lainnya, pada keluarga dan masyarakat kita secara umum.” (Ant) http://www.sinarharapan.co.id/berita/0202/04/lua06.html



Di Medan
Rilis Pers 13/02/08 09:47

Waspadai “Valentine Day” Karena Terkait Seks Bebas

Medan (ANTARA News) – Kalangan remaja, khususnya yang beragama Islam, harus mewaspadai fenomena “Valentine Day” yang sering dikonotasikan dengan melakukan perbuatan yang berkaitan dengan seks. Fenomena itu yang menyebabkan Valentine Day sering diharamkan para ulama di negeri ini, kata pengamat sosial, Drs. Ahmad Ramadhan, MA di Medan, Rabu, ketika ditanya mengenai Hari Valentine.



Menurut dia, perayaan Valentine Day adalah budaya Barat yang awalnya bertujuan baik karena bermaksud mengikat persaudaraan dan silaturahmi. Namun di negara Barat sendiri Valentine Day juga mengalami pergeseran nilai di kalangan remajanya, dengan mengindentikkannya sebagai ungkapan cinta kasih kepada pasangan yang sangat erat kaitannya dengan seks. Bahkan, katanya, remaja di Indonesia yang terlalu mengagungkan budaya Barat itu meniru fenomena tersebut tanpa mampu menyaringnya, sehingga negara kita dikenal sebagai “tukang tiru” budaya Barat.



Ia menjelaskan, fenomena Valentine Day yang dikaitkan dengan seks bukan hal tabu di negara Barat, karena budaya mereka tidak melarang hal seperti ini. Namun hal tersebut tidak sesuai dengan budaya Indonesia yang masih menjunjung tinggi adat ketimuran dan norma agama. Dikatakannya, seharusnya Valentine Day dirayakan dengan wajar tanpa melanggar adat budaya dan norma agama. Hari kasih sayang itu boleh saja dirayakan dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. “Namun jika dirayakan dengan ambisi “umbar syahwat”, maka Valentine Day haram hukumnya,” ujar Dosen Fakultas Syariah (Hukum Islam) IAIN Sumut tersebut. (*)(ANTARA News) http://www.pdmbontang.com/?pilih=lihat&id=1432





Di Sukabumi
HMI Minta MUI Sukabumi Larang Perayaan Valentine

Selasa, 12/02/2008 18:39 WIB

Kesadaran untuk membangun moral dan akhlaqul karimah akhirnya disadari oleh segelintir mahasiswa Jawa Barat, yang notabene dikenal selalu mengikuti trend gaya hidup. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi, Jawa Barat, berunjuk rasa menuntut Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat untuk mengeluarkan fatwa yang melarang remaja setempat merayakan Hari Kasih Sayang (Valentine).

Di dalam orasinya di depan kantor MUI Kota Sukabumi mereka menyatakan, hari valentine sering disalahgunakan oleh para remaja sebagai ajang untuk “melegalkan” pergaulan bebas, seks bebas, maupun penggunaan narkoba.

Para Mahasiswa juga berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Sukabumi, Koordinator aksi Ferry Gustaman menyebutkan, maraknya penyalahgunaan hari valentine telah merusak moral, karena selain dijadikan ajang untuk pesta narkoba, juga acapkali dijadikan momentum melakukan seks bebas yang riskan terhadap penyebaran HIV/AIDS.

“Oleh sebab itu, kami mendesak MUI untuk segera mengeluarkan fatwa larangan terhadap perayaan Hari Valentine, “tegasnya

Selain itu, kata dia, pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk segera mengeluarkan peraturan tentang larangan merayakan Valentine.

“Pemerintah harus mengawasi ketat tempat hiburan malam dan tempat penginapan pasalnya banyak kasus seks bebas dan penggunaan narkoba, ” tuturnya seraya mengimbau kepada para orangtua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus ke dalam budaya negatif.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Sukabumi Agus, menyebutkan, perayaan hari Valentine merupakan budaya yang dilarang oleh syariat Islam karena melakukan pergaulan bebas seperti seks dan penggunaan narkoba. “Valentine hanya sebagai kedok untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan agama Islam, “ujarnya.

Aksi untuk menegakkan syariah Islam itu sempat diwarnai kericuhan ketika mereka petugas keamanan MUI, menghampiri dan melarang pengunjukrasa menggunakan megaphone.

Tindakan petugas keamanan MUI dilakukan dengan alasan suara keras megaphone telah mengganggu para pengurus MUI Kota Sukabumi yang tengah melakukan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Aksi dorong-mendorong pun terjadi, namun tidak sampai terjadi tindakan kekerasan fisik. Para pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri dan langsung menuju kantor DPRD Kota Sukabumi menyampaikan aspirasinya. (novel/ant) http://www.eramuslim.com/berita/nasional/hmi-minta-mui-sukabumi-larang-perayaan-valentine.htm



Di Bandung

Menentang Penjajahan Budaya
Rabu, 14 Februari 07 – oleh : Wisnu Sudibjo

PERNYATAAN SIKAP
Berkenaan dengan tanggal 14 Februari yang biasa dirayakan oleh masyarakat khususnya kalangan muda sebagai hari valentine maka dengan ini Gema Pembebasan Jawa Barat menyatakan sikapnya :

1. Menolak segala hal yang berupa kebudayaan barat sekuler karena tidak sesuai dengan nilai – nilai ideology Islam yang tentu saja tidak sekuler ( tidak memisahkan kehidupan dari agama ). Termasuk juga menolak keras SIPILIS yaitu Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme
2. Menolak segala hal yang merupakan representasi dari penjajahan budaya di negeri ini seperti seks bebas, mode bebas, kebebasan tingkah laku, kebebasan berbicara tanpa batas, kebebasan siaran televisi, acara – acara televisi yang hedon, kebebasan media yang tanpa aturan seperti pelegalan majalah Playboy, serta berbagai macam bentuk penjajahan budaya dalam bidang – bidang yang lain seperti pendidikan sekuler tanpa nilai agama, lokalisasi pelacuran dll
3. Mendorong pemerintah khususnya dan masyarakat umumnya untuk menghentikan berbagai macam kemaksiatan ini dan kembali bertaubat kepada Alloh Swt karena bisa jadi berbagai macam bencana yang terjadi merupakan azab dariNya sebagaimana azab kepada kaum – kaum bejat nabi Luth dan kaum – kaum yang bermaksiat lainnya
4. Menolak ideology kapitalisme sekuleristik beserta turunannya yang merupakan akar dari semua tumbuhan penjajahan budaya ini.
5. Menerima bahkan mengharuskan kita untuk mempelajari segala sesuatu yang merupakan ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi. Karena ilmu dan teknologi ini merupakan sesuatu yang dibolehkan bahkan sangat dianjurkan oleh Islam untuk meraihnya. Maka kami mengatakan teknologi Yes, budaya sekuler No.
6. Menyerukan kepada masyarakat untuk segera menegakkan Islam dengan khilafahnya, karena hanya itulah institusi yang dapat membentengi kita dari serangan budaya sekuler kapitalistik.

Bandung, 14 Februari 2007
Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pembebasan Jawa Barat
Wisnu Sudibjo http://www.gemapembebasan.or.id/?pilih=lihat&id=311

Kasih sayang tak kenal hari

14 Februari 2008

Ketua I DPP FPI, Ust. Shobri Lubis, menginstruksikan seluruh laskar FPI di seluruh Indonesia untuk melakukan pemantauan selama perayaan valentine, bila ada tindakan yang menyimpang dari ajaran Islam. Menurut Ust. Shobri, perayaan valentine sekarang sudah terlewat batas, padahal dalam Islam kasih sayang tidak mengenal hari, tapi setiap hari. FPI mengimbau, agar seluruh umat Islam tidak merayakan hari valentine. Menurutnya, perayaan valentine tidak sesuai dengan ajaran Islam, budaya valentine adalah budaya barat yang bersumber dari ajaran agama di luar Islam. http://www.fpi.or.id/artikel.asp?oy=aks-26

Untuk mengetahui apa itu valentine’s Day dan sejarahnya serta hukum haramnya bagi Ummat Islam mengikutinya, kami kemukakan tulisan berikut ini:

Hukum Merayakan Hari Valentine


Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya,
“Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).

Valentine’s Day adalah salah satu contoh hari besar di luar Islam yang pada hari itu sebagian kaum muslimin ikut memperingatinya, terutama kalangan ramaja dan pemuda. Padahal Valentine -menurut salah satu versi sebuah ensiklopedi- adalah nama pendeta St. Valentine yang dihukum mati karena menentang Kaisar Claudius II yang merlarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu kiranya perlu dijelaskan kepada kaum muslimin mengenai hukum merayakan hari Valentine atau yang sering disebut sebagai hari kasih sayang.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, “Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata?ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata?ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran. Padahal dengan itu ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah subhanahu wata?ala.”

Abu Waqid meriwayatkan, “Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).

Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan, “Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan berikut:
Pertama; ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam.
Kedua; ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata?ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”

Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya telah membaca ayat,artinya,
“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)

Bagaimana mungkin ia memohon kepada Allah subhanahu wata?ala agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri justru menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.

Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah subhanahu wata?ala telah berfirman, yang artinya,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (al-Maidah:51)

Di dalam ayat lainnya, artinya,
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)

Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.

Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.

Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

Semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata?ala berfirman yang artinya,
“Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena Aku.” (HR. Ahmad).(fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

· Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.

· Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.

· Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang di luar Islam.

· Valentine’s Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentin’s tersebut.

Sumber: Ada Apa dengan Valentine’s Day Al-Sofwa, dengan penambahan. (Kholif) (Artikel Buletin An-Nur , Jumat, 04 Februari 05, alsofwah.or.id)



Ketika para ulama telah memfatwakan haramnya ikut acara valentine’s day, sedang pejabat di Indonesia juga sudah ada yang melarangnya untuk wilayah yang dipimpinnya, maka tidak dapat diragukan lagi bahwa yang selamat adalah yang tidak ikut acara yang merusak aqidah dan akhlaq itu. Semoga Allah memberi kekuatan bagi Ummat Islam untuk menghindarinya. Amien, ya Rabbal ‘alamien. (haji).

Read More......

Flash

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP