..::::::..

Bersiaplah menjadi ibu

Ibu adalah sebuah sekolah, yang apabila engkau persiapkan (dengan baik), berarti engkau telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.

Ungkapan seorang penyair di atas menggambarkan betapa besarnya peran seorang ibu dalam membentuk sebuah generasi yang kelak akan menentukan kualitas suatu bangsa. Ibu adalah sekolah -bahkan sekolahan pertama- bagi anak-anaknya. Ibu bagaikan wadah pendidikan yang mengajarkan dan mendidik berbagai macam ilmu dalam kehidupan anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang. Sebagai pendidik awal, ibulah yang pertama kali meletakkan fondasi dasar -terutama dalam aspek keimanan- kepada anak dalam proses pendewasaan mental dan pematangan jiwa.


Gambaran pentingnya tugas seorang ibu tercakup dalam pernyataan yang diungkapkan oleh Dr. A. Madjid Katme, Presiden Asosiasi Dokter Muslim di London dalam Konferensi Dunia tentang Wanita di Beijing yang ia tuturkan berikut ini:

"Tugas keibuan adalah pekerjaan yang paling terhormat dan membutuhkan ketrampilan di dunia ini. Dan terlaksananya tugas ini sangat penting bagi pemeliharaan dan perlindungan anak terutama di masa awal-awal pertumbuhannya. Walaupun tugas keibuan sebenarnya adalah tugas yang full time, tak berarti ayah sebagai pencari nafkah tak ikut bertanggung jawab. Tak ada satu jenis pekerjaan pun yang dapat merampas seorang ibu dari tugas keibuannya. Dan tak ada seorang pun yang dapat mengambil alih tugas keibuan tersebut."

Bagi seorang muslimah, betapapun beratnya tugas seorang ibu tetapi keimanan dan harapannya akan iming-iming surga memotivasinya untuk rela dan bersungguh-sungguh menjadi seorang ibu. Apalagi Islam memberikan kedudukan dan penghormatan yang tinggi terhadap seorang ibu. Seorang ibu muslimah dapat menjadi salah satu penentu seseorang untuk meraih surga seperti sabda Rasulullah saw., berikut ini"

"Surga itu di bawah telapak kaki ibu." (HR.

Untuk membentuk generasi muslim yang tangguh dan bertaqwa, tidaklah cukup hanya dengan menghadirkan anak-anak yang cerdas saja, melainkan anak-anak yang optimal dari berbagai segi seperti biofisik, psikososial, kultural, dan ruhiyah serta melingkupi skala dunia dan akhirat. Maka untuk mencetak generasi dengan kriteria di atas, dibutuhkan para ibu yang handal, oleh karena itu para muslimah yang kelak akan menjadi calon ibu harus mempersiapkan dirinya untuk menjadi ibu harapan umat. Persiapan ini tidak hanya harus dilakukan setelah menikah, tetapi dapat dimulai saat seorang wanita masih lajang agar ketika ia memasuki perannya sebagai ibu, ia sudah siap melaksanakan tugas keibuannya.

Persiapan Ruhiah


Menyadari besarnya tugas seorang ibu, maka seorang wanita harus banyak-banyak melakukan pendekatan kepada Allah SWT untuk memohon kekuatan ruhiah dan petunjuk dalam mendidik titipan Allah swt tersebut.

Oleh karena itu seorang muslimah harus senantiasa mendirikan ibadah-ibadah selain ibadah wajib. Seorang wanita sholihah ialah muslimah yang mengimani bahwa Allah SWT adalah Robbnya, Muhammad saw adalah Nabinya dan Islam adalah diennya. Ia cinta kepada Allah dan Rasul-Nya serta taat terhadap perintah keduanya dan menjadikan ketaatannya itu sebagai filter yang membentengi dirinya dari kemaksiatan.


Seorang ibu yang sholihah amatlah penting karena ibu adalah orang yang paling dekat dengan anak pada masa-masa balita. Inilah kesempatan untuk menanamkan aqidah keislaman dalam diri anak-anaknya dan mereka didik sang permata hati untuk cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhkan diri dari kemaksiatan dan akhlaq yang rusak. Selain itu ibu yang sholihah diharapkan mampu menciptakan sebuah rumah tangga sakinah yang sangat diperlukan untuk perkembangan jiwa anak.

Dalam persiapan ruhiyah ini banyak hal yang dapat dilakukan sebagai santapan rohani yang bermanfaat seperti:


Dzikrullah dan Tilawatil Qur'an
Dengan dzikrullah, seseorang akan bertambah cinta dan taqwa kepada Allah dan Allah pun ingat kepadanya sesuai firman Allah SWT:

"Maka ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya aku akan ingat kepadamu". (QS. Al-Baqarah: 152)


Menghafalkan Al-Qur'an
Memperbanyak Istighfar
Memperbanyak Doa
Memperbanyak Shalawat kepada Rasulullah saw.
Qiyamullail
Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah
Membiasakan hal-hal yang baik.
Jika seorang ingin anaknya rajin bersedekah, maka biasakanlah untuk sering bersedekah karena anak biasanya membutuhkan contoh dari orang tuanya. Jika kita ingin anak kita tidak berdusta, maka janganlah kita contohkan berkata dusta. Jika kita ingin anak kita menghormati kita sebagai orang tuanya, maka hormatilah kedua orang tua kita. Jika kita ingin anak kita tidak berkata dan berbuat kasar, maka berhati-hatilah dalam berbicara karena anak akan merekam dan meniru apa yang diucapkan orang tua atau lingkungannya.


Persiapan Aqliah



"Buat apa anak perempuan sekolah tinggi-tinggi, toh nanti akan ke dapur-dapur juga.." Ungkapan seperti ini sering kita dengar sebagai pernyataan tidak pentingnya kaum wanita menuntut ilmu. Pada sebagai sebuah sekolah bagi anak-anaknya, ibu yang berpendidikan lebih dibutuhkan.

Seorang ibu yang pintar dapat berfikir kreatif bagaimana cara mengembangkan potensi anak-anaknya. Setidaknya seorang ibu yang mencintai pendidikan akan selalu mementingkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya.


Untuk menjadi seorang ibu yang pintar tidak harus selalu mendapatkan pengetahuan dari bangku sekolah atau kuliah. Cara yang paling efektif dalam mengembangkan wawasan seorang wanita ialah dengan banyak membaca. Kini sudah banyak tersedia buku-buku tentang metode pendidikan anak secara islami yang menerangkan apa saja hak-hak anak, mendidik anak sesuai tahap perkembangannya, dan tentang kesalahan cara pendidikan anak dan solusinya. Bahkan kini sudah banyak beredar buku yang membicarakan cara-cara mendidik anak sejak dalam kandungan.

Kita tidak perlu menjadi seorang dokter untuk dapat mengobati atau memberikan pertolongan pertama pada anak kita yang sakit. Kini sudah banyak buku-buku yang menerangkan tentang makanan apa saja yang bermanfaat bagi perkembangan tubuh dan otak anak, obat-obatan tradisional, cara menangani pertolongan pertama pada anak, dan lain-lain. Selain membaca, banyak sarana lain yang dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan seperti mengikuti berbagai seminar, ceramah, atau diskusi yang membahas tentang pendidikan anak.

Persiapan Jasmaniah

Kekuatan fisik merupakan hal yang patut diperhatikan oleh seorang calon ibu. Seorang wanita membutuhkan ketahanan fisik untuk menghadapi masa-masa kehamilan dan menyusui. Bagaimana calon ibu dapat mempertahankan kesehatan janin bila ia sudah direpotkan dengan berbagai penyakit karena akibat tidak bisa menjaga kesehatan.

Masa kehamilan adalah masa-masa yang membutuhkan kesehatan fisik wanita secara prima. Allah SWT menggambarkan kelemahan seorang ibu ketika masa kehamilan dalam ayat berikut ini:

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (QS. Luqman: 14)


Untuk itu seorang muslimah diharuskan menjaga kesehatannya sedini mungkin. Berikut ini ada beberapa kiat sehat ala Rasulullah saw:

Selalu bangun sebelum Shubuh
Selain untuk mendapatkan kesegaran udara, bangun sebelum shubuh juga memberikan hikmah berupa berlimpahnya pahala dari Allah dan untuk memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.
Aktif Menjaga Kebersihan
Tidak Makan Banyak
Gemar Berjalan Kaki
Tidak Pemarah
Optimis dan Tidak Putus Asa
Tak Pernah Iri Hati
Demikianlah persiapan-persiapan dasar yang harus dilakukan seorang wanita sebagai calon ibu pencetak generasi qur'ani yang akan membangun suatu bangsa. Mudah-mudahan kita semakin siap memikul tugas keibuan yang berat tapi mulia ini sehingga kita menjadi ibu yang didambakan oleh umat. Amin


Sumber Bacaan:
Bukan Sembarang Ibu, Muhammad Hassan, Bina Mitra Press 1997
Peran Ibu dalam Mendidik Generasi Muslim, Khairiyah Husain Taha Shabir, MA., CV. Firdaus, 2001
Pembersih Jiwa, Imam al-Ghazali, Imam Ibnu Rajab al-Hambali, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah. Penerjemah: Nabhani Idris. Pustaka, 1996
Jika ada pertanyaan, langsung kirim aja ke 0411-9303899 (esia) atau irmbf@yahoo.com

Read More......

Rumah tangga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam

Tidak dapat disangkal lagi, bahwa kehidupan Rasulullah adalah rumah tangga yang paling ideal dan bahagia. Untuk mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan hidup, khususnya dalam berumah tangga, banyak sekali tuntunan dan bimbingan yang beliau ajaran. Salah satu diantaranya diutarakan dalam sebuah sabdanya:

"Orang yang paling baik diatara kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang terbaik kepada istriku."


Ada beberapa sikap dan tingkah laku Rasulullah terhadap keluarganya yang menurut hemat penulis dapat diteladani sehingga sebuah keluarga dapat terbentuk dengan keharmonisan dan kebahagiaan yang akan selalu menyertainya. Diantara sikap dan tingkah laku Beliau antara lain (Nasy'at Al-Masri, Nabi Suami Teladan, Jakarta: Gema Insani Press, 1989, h. 121):

Beliau bertindak sebagai seorang ayah, seorang guru dan juga seorang suami yang penuh kasih sayang. Beliau dapat menempatkan dirinya sesusai dengan momen yang dibutuhkan oleh sang istri.
Beliau berlaku adil terhadap semua istri-istrinya dengan tidak menyampingkan perasaan mereka.
Jika beliau sedang berkumpul bersama istrinya, maka wajah beliau cerah ceria, banyak tertawa dan ramah.
Beliau selalu berusaha menyadarkan para istrinya untuk hidup sederhana, keras dan kasar, mulai dari tempat tinggal, pakaiannya dan makanannya.
Beliau selalu memberikan peran dan contoh yang baik kepada para istrinya dengan cara mengajarkan mereka berbagai macam ilmu agama dan pengamalannya.
Beliau selalu bersikap rendah hati. Beliau tidak pernah menyerahkan semua masalah rumah tangga kepada istrinya atau pembantunya sekalipun. Pengakuan ini diberikan oleh istrinya, Siti Aisyah ra, katanya: "Didalam rumah Rasulullah bekerja seperti kalian, beliau menjahit sendalnya dan menisik pakaiannya."
Terlepas dari kesempurnaan akhlak beliau sebagai seorang Rasulullah dan seorang suami, beliau tetaplah seorang manusia biasa. Sebagai manusia biasa Rasulullah juga mempunyai sikap cemburu. Dia sangat cemburu kepada istri-istrinya. Namun tidaklah sikap ini mengurangi kemuliaannya, tapi malah sebaliknya. Konon sikap ini merupakan ciri kejantanan, kehormatan dan kemuliaan seseorang pada dirinya pribadi. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah saw pernah bersabda kepada sahabatnya, sabdanya: "Apakah kalian heran dengan rasa cemburu Sa'ad? Padahal aku lebih cemburu dari dia dan Allah lebih cemburu dari aku."

Dari uraian diatas terlihat alangkah indahnya kehidupan rumah tangga Rasulullah yang selalu dipenuhi dengan cinta kasih. Dan semua itu bisa dirasakan oleh siapapun seandainya ada kemauan untuk meneladani sikap dan tingkah laku beliau dalam berumah tangga. Untuk mencapai kebahagiaan tersebut, maka sebuah pernikahan hauslah terdiri dari orang-orang yang mengerti dan mendalami betul ajaran agamanya. Aktor utama dalam sebuah keluarga adalah suami dan istri. Dari tangan keduanyalah sebuah keluarga akan melahirkan warna. Karena itu, Rasulullah saw memberikan banyak petunjuk bagaimana cara memilih calon suami atau istri yang ideal menurut Islam, yang membawa bahtera rumah tangga menuju kebahagiaan yang hakiki .

Jika ada pertanyaan, langsung kirim aja ke 0411-9303899 (esia) atau irmbf@yahoo.com

Read More......

Kiat agar si kecil suka membaca

Sebelum mengajak anak kita membaca seharusnya orang tua mengerti terlebih dahulu mengapa anak harus berminat pada kegiatan membaca. Anak yang gemar membaca kelak akan mempunyai rasa kebahasaan yang tinggi. Mereka akan berbicara, menulis, dan memahami gagasan-gagasan rumit secara lebih baik.

Membaca akan memberikan wawasan yang luas dan beragam dan memudahkan anak dalam mempelajari segala hal.
Selain tujuan di atas, ada lagi yang patut diingat bahwa merangsang minat baca di usia pra sekolah bukanlah menyulap si upik agar pandai membaca tetapi mendorong anak untuk mencintai dan menyenangi buku. Pada usia ini umumnya anak belum cukup matang untuk sampai ke tahap membaca karena kegiatan membaca sangat komplek bagi anak.

Ajaklah anak ke toko buku sesering mungkin dan biarkan mereka membeli buku yang mereka inginkan

Anak-anak biasanya menyenangi buku-buku yang baru, bersih, dan tidak kumal. Orang tua tidak harus membeli semua buku yang ada di toko. Orang tua harus tetap mendampingi anak ketika anak memilih buku yang mereka inginkan sehingga kita tahu buku seperti apa yang anak kita baca. Jadi, ketika kita pergi ke supermarket, luangkan waktu untuk mampir ke toko buku dan belikan minimal sebuah buku dan tidak perlu mahal. Hal ini mengajarkan anak bahwa buku itu sama pentingnya dengan telur, sayur mayur, susu, dan lain-lain.

Belilah sebanyak mungkin buku-buku bergambar dan berwarna menarik di bursa muku murah atau pasar loak

Kita dapat menemukan buku-buku yang masih bagus dengan harga murah di bursa buku murah atau di pasar loak. Tujuan yang paling utama dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan buku untuk anak sebanyak-banyaknya di rumah. Biarkan anak-anak kita memotong atau menggunting, bahkan mengoleskan selai pada buku, walaupun kita berharap mereka membacanya, yang penting anak kita mulai memperhatikan buku-buku yang kita sediakan.

Sisihkan lebih banyak uang untuk membeli buku daripada untuk menyewakan kaset video atau film

Kegiatan membeli buku membutuhkan tambahan anggaran pada uang belanja orang tua. Jika kita ingin anak-anak kita menyukai buku maka tidak ada salahnya kita mempunyai anggaran khusus, walaupun tidak harus banyak, untuk membeli buku baik untuk anak juga untuk kita sendiri. Jangan biarkan usaha kita menjadi sia-sia karena anak-anak kita lebih suka menonton film kartun yang terdapat pada kaset video yang kita pinjam daripada membaca buku.

Jadikan saat membacakan cerita merupakan waktu yang menyenangkan bagi anak

Anak-anak suka sekali meminta orang tua membacakan cerita bagi mereka. Agar kegiatan membacakan cerita menjadi saat yang mengasyikkan, maka biarkan anak memilih buku atau cerita apa yang ingin kita bacakan untuk mereka. Kemudian ciptakan suasana santai dan kegembiraan dengan bercanda sambil membacakan cerita, menirukan berbagai suara sesuai dengan karakter tokoh cerita, dan lain-lain. Saat-saat menyenangkan ketika membacakan cerita tidak hanya membantu anak merasakan pesona dan keceriaan yang terkandung dalam buku, tetapi juga membantu mereka memperoleh kemampuan untuk memahami 'bahasa buku'.

Merancang kegiatan yang melibatkan buku

Selain membacakan cerita, kita bisa merancang bergai aktivitas yang melibatkan buku seperti buatlah mereka mendongengkan cerita pada boneka-boneka mereka sebelum tidur. Bermain tentang kegiatan di toko buku atau perpustakaan, atau merancang drama dari satu cerita anak kemudian anak-anak kita akan memerankannya. Hal ini bertujuan agar mereka melibatkan buku dalam menu kegiatan mereka keseharian yaitu bermain. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan aktivitas membaca bersama teman-temannya. Jika anak sudah mulai bisa membaca dan mengenal huruf, buatlah aktivitas permainan seperti tebak-tebakan huruf, atau mencoba menuliskan beberapa daftar belanjaan yang mudah dan mintalah mereka membelikannya ke warung yang terdekat dan memberi tanda pada nama barang yang sudah dibeli. Hal ini untuk memberikan kepercayaan pada anak karena anak-anak sangat senang jika diberikan kepercayaan oleh orang tuanya.

Bermain di luar

Sesekali ajaklah si kecil bermain dan berjalan-jalan di luar sambil membawa alat-alat gambar atau gambar yang sudah ada sehingga anak dapat mencocokkan apa yang telah mereka pelajari. Ajaklah anak untuk menyebutkan dan menuliskan nama bunga misalkan, dan memperkenalkan warnanya. Pada kegiatan ini orang tua harus siap dan meluangkan waktu untuk mendengarkan dan menjawab pertanyaan anak tentang apa yang dilihatnya. Cara ini juga untuk melatih anak belajar menganalisa sesuatu dan memberikan sikap penghargaan kepada anak.

Bacakan dan belikan buku-buku komik yang mudah pada anak-anak

Komik adalah buku bacaan yang sangat menarik karena terdapat gambar-gambar yang menarik perhatian anak. Kini sudah banyak terdapat komik-komik islami yang baik untuk anak. Orang tua harus berhati-hati jika suatu ketika anak memilih buku komik sebagai bahan bacaan mereka karena banyak komik yang isinya bukanlah konsumsi anak-anak seperti komik Crayon Shincan, atau komik-komik cerita remaja.

Bersikaplah sangat antusias dalam upaya awal mengajak anak membaca

Tunjukkanlah semangat anda untuk menggiring anak untuk membaca, dengan memberikan pujian dan kesungguhan melakukan bebagai aktivitas yang melibatkan buku. Berlatih akan suatu hal -dalam hal ini membaca- merupakan sesuatu yang berat. Pujian dan dorongan orang tua dapat membantu anak meringankan beban mereka. Mereka akan merasa bahwa hasil jerih payahnya untuk menghargai dan mencintai buku dihargai dan diperhatikan. Jadi, kita bisa mengatakan bahwa kita merasa senang ketika anak-anak kita mulai membaca dan memberikan pujian akan hasil bacaan mereka.

Menyimpan permainan

Umumnya anak-anak cepat merasa bosan dengan mainannya begitu juga dengan buku. Kemudian mereka biasanya akan merusak barang-barang atau mengacak-acak buku atau mainannya. Oleh karena itu, ajarkanlah anak kita untuk menyimpan buku-buku atau mainannya setelah mereka gunakan. Cara ini akan mendidik anak untuk menjaga kerapian buku dan menghargainya. Ajak si kecil menata kembali semua alat permainannya bersama-sama karena bila si kecil terbiasa dengan kerapian tentu akan membantu orang tua untuk menjaga kerapian rumahnya.

Jangan memaksa

Sekali lagi ana-anak usia 3 - 5 tahun belum cukup matang untuk memusatkan perhatian mereka pada satu hal untuk waktu yang cukup lama. Karena itu jangan paksa anak untuk berlatih membaca apalagi dengan cara yang keras karena hal itu akan membuat anak membenci kegiatan membaca dan juga kepada buku. Jadi biarlah anak-anak kita lebih senang bermain mobil-mobilan atau menggali-gali tanah di halaman dan kita bisa menyediakan buku-buku tentang mobil atau peralatan menggali. Dari sini mudah-mudahan anak akan berminat melihat buku hingga akhirnya mencintai buku.

Teladan

Satu hal yang paling penting dari semua cara ini adalah menanamkan keteladanan. Anak-anak biasanya mencontoh dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Karena itu orang tua perlu sekali menunjukkan pada anak bahwa mereka juga gemar membaca dan menghargai buku. Bagaimana mungkin mengajak anak gemar membaca sedangkan orang tua lebih asyik duduk dengan manis di depan televisi setiap hari
Jika ada pertanyaan, langsung kirim aja ke 0411-9303899 (esia) atau irmbf@yahoo.com

Read More......

Ibu, jangan tinggalkan anakmu!

Ulama-ulama besar terlahir dari rahim ibu shalehah. Sebuah ungkapan Al Ummu madrasatul Ula, Ibu adalah sekolah yang pertama. Tidak berlebihan ungkapan diatas karena peranan seorang ibu di dalam keluarga. Seakan sudah tergariskan bagi seorang ibu, bahwa tugas pendidikan terhadap anak-anak melekat pada dirinya.

Allah pun menganugerahi perangkat-perangkat untuk melangsungkan proses tarbiyah (pendidikan) itu.
Wanita mempunyai anatomi tubuh khusus yang membedakan dirinya dengan pria, begitu juga dengan beribu sifat pada dirinya. Sifat yang sangat dominan bagi wanita adalah kecenderungannya menggunakan perasaannya. Dalam dirinya dipenuhi rasa kasih-sayang, kelemahlembutan, sabar, perhatian dan empati. Contoh yang paling mudah ketika kita berikan mobil mainan dan boneka atau sejenisnya kepada anak perempuan yang berusia 4 tahun, secara otomatis dia akan memilih boneka, yang kemudian ia gendong seperti layaknya seorang ibu kepada anaknya, padahal proses pengajaran melalui panca indera belum sempurna.

Anak belajar memiliki dan mencintai orang-tuanya, saling berbagi kasih-sayang dan perhatian dimulai sejak ia dalam gendongan ibunya. Kata-kata pertama yang ucapkan oleh si kecil hingga membentuk sebuah kalimat, adalah kata-kata yang ia dengar pertama kali dari mulut ibunya. Anak ketika itu seperti kertas putih yang siap ditulisi dengan tinta berwarna apa saja, hitam ataukah merah, seperti pita kosong yang siap merekam apapun yang ia dengar dan dilihatnya. Proses pembentukan kejiwaan dan pola fikir akan terus berlangsung hingga anak beranjak dewasa. Saat anak telah mampu membedakan nilai-nilai, positif dan negatif, baik dan buruk, berpahala atau berdosa.

Kemampuan membedakan nilai-nilai itu banyak terbentuk pada saat anak berinteraksi dengan ibunya. Rasulullah SAW bersabda :
"Tidaklah seorang anak manusia dilahirkan melainkan pasti lahir atas fitrah (Islam), lalu orangtunyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi." (HR Bukhari)

Maka seorang ibu yang "sempurna", mempunyai kafaah (kemampuan) dalam agama, ilmu pengetahuan dan sifat-sifat mulia, akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan anak walaupun ada variabel lain yang turut menentukan seperti lingkungan di sekitar anak.

Seorang anak tidak tidak boleh dibiarkan secara liar bergaul dengan siapa saja, mengambil semua yang terlintas dan terindera dari lingkungan sekitarnya. Dibiarkan sendiri menafsirkan segala sesuatu tanpa bimbingan dari orangtuanya. Ibu bagi seorang anak dapat berubah fungsi sebagi teman tempat mencurahkan isi hatinya, sebagai partner tempat berbagai masalah dan mencari solusinya juga sebagai guru tempat menimba ilmu pengetahuan tentang kehidupan.

Tapi keberhasilan anak bukan hanya diukur dari berapa nilai rapor di sekolah, atau telah "menjadi siapakah mereka". Tapi seberapa jauh ia mengamalkan ajaran agamanya, seberapa besar ia memberikan manfaat untuk manusia lainnya. Memang baik menjadi orang pandai dan berpengetahuan, tapi akan jauh lebih baik jika menjadi orang yang baik.

Akhir-akhir ini, para ibu lebih memilih karir dari pada urusan rumah tangga. Dalam benak mereka yang ada melulu soal bagaimana kulit di pipi tetap imut-imut, bibir tetap merekah dan sebagainya. Akhirnya pengunjung terbanyak di salon dan Mal-mal adalah kaum hawa ini. Sang ibu pun lebih senang berdandan layaknya ABG masa kini.

Gejala ini bukanya tanpa sebab. Gelombang gerakan emansipasi dan feminisme yang menuntut kesetaraan dan kesamaan antara pria dan wanita telah begitu kuat. Demikian pula adanya disorientasi dan perubaban cara pandang terhadap kehidupan. Peran media juga sangat besar pengaruhnya dalam mendorong terjadi fenomena ini.

Wanita tak lebih dari sekedar objek yang dijadikan pemanis produk iklan media. Kontes-kontes kecantikan di gelar tanpa ada tujuan yang jelas. Pergaulan bebas laki-laki dan perempuan mulai populer.

Jangan kaget, Di Indonesia setidaknya setiap tahun ada sekitar 700 ribu bayi yang dibunuh sebelum ia sempat mencicipi sejuknya udara dunia, akibat aborsi oleh remaja putri. (www.bkkbn.go.id). Islam tidak pernah meletakkan posisi wanita lebih rendah dari pada laki-laki, seperti yang dituduhkan oleh Barat. Bahkan Islam mengangkat derajatnya demikian tinggi, setelah sebelumnya wanita dilecehkan dan ditempatkan posisi sama dengan binatang, bahkan bayi wanita yang baru lahir pun harus dipendam hidup-hidup. Islam memandang bahwa wanita adalah partner atau dalam bahasa Qur'an disebut dengan Auliya', firman Allah

Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian dari mereka ada….QS at Taubah:71.

Islam berusaha mengembalikan posisi seorang wanita sesuai dengan fithrahnya. Kembali kepada keluarga menjadi tulangpunggung bagi pendidikan dan pengajaran generasi selanjutnya, yang tiada lain adalah anak-anak mereka sendiri.

Saat ini telah kita saksikan bahwa sebagian wanita berpandangan bahwa keluarga dan pendidikan anak bukan menjadi urusan yang paling urgen. Pendidikan dan perkembangan anak mereka serahkan kepada pembantu rumah tangga, baby sister atau tempat-tempat penitipan anak. Ada sebuah sikap yang kurang benar yaitu menyerahkan semua urusan pendidikan kepada sekolah an sich, dan biarlah "alam" yang akan membentuk kepribadian anak. Apakah lupa bahwa dibalik sentuhan tangannya yang lemah lembut terdapat pengaruh kekuatan besar yang mengalir ke dalam diri anak-anak mereka kelak.

Jangan buat air mata ibu meleleh, menyaksikan sekali lagi, anak-anak mereka "terpaksa" menjadi perusak-perusak bangsa, koruptor-koruptor, orang-orang pintar yang keblinger, mendholimi manusia dengan kepandaiannya.

Jika ada pertanyaan, langsung kirim aja ke 0411-9303899 (esia) atau irmbf@yahoo.com

Read More......

Arahan syariat untuk mewujudkan keluarga bahagia

Ada beberapa arahan dan petunjuk yang diberikan syariat untuk mewujudkan keluarga yang mulia dan bahagia. Adapun arahan yang perlu diperhatikan adalah:

1. Sebuah keluarga hendaklah dibangun atas dasar keadilan dan pergaulan yang baik antara suami istri; karena dari pergaulan yang baik akan lahir generasi yang shaleh dan tangguh.



2. sebuah kelurga hendaknya dibangun tas dasar keseimbangan antara tuntutan badan, akal, rohani, dan perasaan. Dengan demikian rumah tangga akan benar-benar kuat dan tangguh serta tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai macam godaan.

3. Kebahagiaan suami istri adalah kebahagiaan berdua. Jika keduanya dapat membangun jembatan menuju kebahagiaan tentunya mereka mampu menyemai kehidupan rumah tangga dengan penuh kejujuran, keterbukaan, saling menjaga diri, saling menolong, dan saling menginsyafi posisi dan tugasnya masing-masing.

4. Seorang suami hendaklah berlaku sabar jika melihat kekurangan pada watak istrinya . seorang suami yang baik harusnya mengetahui bahwa pada diri wanita itu terdapat suatu hal yang tidak pernah sejalan dengan apa yang menjadi kehendaknya. Mengenai karakter wanita ini, ada sebuah hadis yang mengungkapkannya. Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya wanita itu diciptakan darii tulang rusuk, kamu tidak akan pernah dapat meluruskannya dengan suatu cara tertentu, jika kamu bersenang-senang dengannya, bersenang-senanglah, pada dirinya terdapat suatu yang bengkok. Jika kamu meluruskannya, pasti kamu akan mematahkannya dan patahnya wanita adalah perceraian." (HR. Muslim).

Hadis diatas merupakan petunjuk nabi agar seorang suami berupaya memahami kejiwaan dan karakter sang sitri. Jika upaya memahami ini dapat dipenuhi, maka pastilah soerang suami akan amat sangat toleran terhadap kekurangan dan kesalahan sang istri . dia akan menghormati sang istri sebagai sebuah fitrah. Kalau sudah demikian, maka akan terwujudnya ketenangan dan kedamaian dalam berumah tangga setiadaknya bunga api tidak akan menjadi api yang berkobar-kobar dan menghanguskan. Mengenai kesabaran yangharus dimmiliki suami, Allah mengingatkan dalam firmannya:

"Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (An-Nisa:19)

5. Yang memiliki wewenang menjatuhkan talak adalah suami. Seorang istri hanya berhak menuntut cerai tapi tidak mempunyai wewenang untuk menjatuhkan talak. Karena pada dasarnya seorang istri banyak memiliki kekurangan pada sifatnya, yakni lebih emosional.

6. Seorang suami diharamkan menganiaya istri seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang Arab jahiliyah.

Dari keenam point yang penulis kemukakan, mungkin masih banyak cara dan metode yang dapat dilakukan dalam membina magligai rumah tangga bahagia. Selain suami istri yang ideal, usaha dalam menyatukan perbedaan diantara keduanya adalah faktor yang juga tidak kalah pentingnya dalam mewujudkan kebahagiaan. Namun penulis optimis, jika sebuah keluarga telah dikelola oleh orang-orang yang mendalam pengetahuan agamanya, niscaya akan didapati suasana rumah tangga yang penuh ketenangan, cinta dan kasih sayang, sehingga akan terciptalah keluarga yang harmonis dan penuh rahmah. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua. amin
Jika ada pertanyaan, langsung kirim aja ke 0411-9303899 (esia) atau irmbf@yahoo.com

Read More......

Flash

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP