..::::::..

Ormas Islam Protes, Jawa Pos Dinilai Pro Komunis dan Porno

Aksi protes di antaranya menyuarakan: “Tak hanya masalah komunisme, Jawa Pos juga menunjukkan perangai tidak baik dengan pemberitaan kontestan Miss Universe yang menggunakan pakaian seronok,” ungkap Abdurrahman Aziz, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi.

Protes ke Jawa Pos di Surabaya berlangsung Rabu (2/9 2009).

Selain memprotes tulisan tentang Soemarsono tokoh komunis, massa juga kecewa dengan berbagai liputan Jawa Pos yang dinilai mendukung pornografi dan foto-foto seronok. Salah satu yang dinilai massa adalah liputan Jawa Pos tentang finalis Miss Universe asal Indonesia dengan pakaian two piece (swimsuit) yang justru menjadi headline koran tersebut.
Berita dari hidayatullah.com sebagai berikut:

Dinilai Sering “Vulgar”, Ormas Islam Demo Jawa Pos

Thursday, 03 September 2009 14:26 Nasional

Ormas Islam Surabaya mendemo koran Jawa Pos yang dinilai pemberitaannya sering vulgar

ormas-islamHidayatullah.com–Puluhan orang yang mengaku mewakili beberapa elemen organisasi massa Islam, mendatangi kantor Jawa Pos di Jalan A Yani Surabaya, Rabu (2/9), guna memprotes beberapa pemberitaan koran itu yang dinilai vulgar dan dianggap membela komunis.

Kecaman sejumlah tokoh elemen terhadap koran Jawa Pos terutama ditujukan pada pemberitaan Miss Universe dan liputan tentang komunisme.Para demonstran melakukan aksi dan orasi di depan gedung DetEksi Basketball League (DBL) Surabaya, yang letaknya di depan Kantor Graha Pena, Kantor utama Jawa Pos.

Massa peserta aksi itu berasal dari Centre of Indonesia Community Studies (CICS), Front Pemuda Islam Surabaya (FPIS), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Front Pembela Islam (FPI) Surabaya, Front Ukhuwah Islamiyah (FUI), Pelajar Islam Indonesia (PII), Forum Madura Bersatu (Formabes), dan sebagainya.

Massa memprotes pemberitaan Jawa Pos (JP) yang berasal dari tulisan bos Jawa Pos, Dahlan Iskan berjudul “Soemarsono, Tokoh Kunci dalam Pertempuran Surabaya” yang dimunculkan tiga edisi berturut-turut itu, dimulai hari Ahad, 9 Agustus 2009.

Massa menilai, tulisan Dahlan itu kental dengan dukungan kepada PKI, khususnya kepada Soemarsono.

“Itu berarti Pak Dahlan Iskan memberi angin kepada komunisme di Indonesia, dan kunjungan itu sendiri seolah-olah ada rekonsiliasi dengan komunis,” kata Ketua CICS, Arukat Djaswadi.

Padahal, katanya, Soemarsono merupakan generasi ketiga dari PKI, setelah Muso dan Amir Syarifuddin, Karena itu Soemarsono yang sempat menjadi Gubernur Militer PKI itu, juga harus bertanggung jawab terhadap aksi pembantaian warga Magetan dan Madiun yang dilakukan PKI pada 1948.

Selain memprotes tulisan tentang Soemarsono, massa juga kecewa dengan berbagai liputan Jawa Pos yang dinilai mendukung pornografi dan foto-foto seronok. Salah satu yang dinilai massa adalah liputan Jawa Pos tentang finalis Miss Universe asal Indonesia dengan pakaian two piece (swimsuit) yang justru menjadi headline koran tersebut.

“Tak hanya masalah komunisme, Jawa Pos juga menunjukkan perangai tidak baik dengan pemberitaan kontestan Miss Universe yang menggunakan pakaian seronok,” ungkap Abdurrahman Aziz, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi saat memberikan orasi dengan membawa kopian gambar tersebut.

Dalam orasinya, Aziz menilai, apa yang dilakukan Jawa Pos telah melanggar Undang-Undang dan mencederai Pancasila. Padahal, menurutnya, UU Pornografi telah disahkan.

“Dengan adanya hal itu, Jawa Pos seolah tidak mengindahkan Undang-Undang dan mencederai nilai-nilai Pancasila,” ujar Aziz dengan suara lantang.

Aziz yang berada di depan massa dan orasinya selalu disambut dengan suara takbir, mengimbau agar Jawa Pos tidak melakukannya pemberitaan semacam itu lagi. [ans/www.hidayatullah.com]

Koran yang tampaknya pro sepilis (sekulerisme, pluralisme agama, dan liberalisme) ini membawahi aneka surat kabar di berbagai daerah. Di antara para penulisnya pun sudah ketahuan ngawurnya seperti A. Mustafa Bisri dan Abdul Moqsit Ghazali yang biasa mendukung Ahmadiyah yang sesat serta nabi palsu Ahmad Mosadeq dan kesesatan lainnya. Masih pula mereka menulis-nulis kritik terhadap MUI demi membela aliran sesat dan nabi palsu itu lewat harian yang pro komunis, porno dan kesesatan ini. (redaksi nahimunkar.com).

dipublikasikan ulang oleh hukmulislam.blogspot.com

Read More......

Pembodohan dan Penipuan Terhadap Umat Islam

Sebuah media nasional yang terbit di Jakarta tak henti-hentinya mengangkat pluralisme, toleransi, perlunya dialog antar iman, dan saling menghormati serta kerjasama antar golongan agama. Di sisi lain, media itu, tak henti-hentinya pula menyebarkan infomarsi dan opini untuk melawan kelompok garis keras, radikal, dan kaum ekstrim, serta lebih khusus lagi dengan apa yang disebut : ‘teroris’.

Kompas menjadi corong yang menghantarkan opini tentang ‘terorisme’, yang menjadi ancaman, bahaya laten, dan akan merusak integrasi bangsa. Karena itu terus melakukan kampanye terhadap masalah terorisme. Kompas dengan mengutip Kepala Nasional Pananggulangan Terorisme (BNPT), Inspektur Jenderal (Purn) Ansyad Mbai, yang menyatakan, “Penyusupan ajaran radikal semakin luas, sudah masuk ke perguruan-perguruan tinggi elite, bukan perguruan tinggi pinggiran. Bahkan, menyusup ke perkantoran dan memengaruhi karyawan”. (Kompas, 8/10)

Dengan mengutip pernyataan Ansyad Mbai, maka menjadi alat media ini mengarahkan opini bagi pihak keamanan, bahwa bukan saja yang menjadi objeknya pondok pesantren, tetapi sekarang diperluas dan diperlebar ke perguruan tinggi negeri (elite), yang dianggap akan menjadi ancaman keamanan nasional, karena telah tersusupi. Opini itu juga bukan hanya perguruan tinggi negeri, tetapi kantor-kantor. Dengan pemuatan oleh Kompas ini, maka akan menimbulkan persoalan yang serius di kalangan mahasiswa perguruan tinggi negeri (elite), dan para karyawan kantor yang selama ini, mereka tidak pernah membuat persoalan apapun di bidang keamanan, yang dikaitkan dengan terorisme.

Apakah pengajian di mushola-mushola kampus dan masjid kampus serta tutup, karena sudah dianggap tersusupi pemahaman radikal? Apakah kegiatan rohis di kantor-kantor pemerintah dan swasta juga harus ditutup dan dibubarkan karena sudah disusupi ajaran radikal? Terminologi radikal menjadi tidak jelas parameternya lagi. Setiap orang mempunyai difinisi dengan pandangan-pandangannya. Tentu pemberian difinisi (stempel) yang memiliki konotasi yang negatif akan merugikan setiap golongan atau kelompok yang terkena tuduhan itu.

Apalkah tidak boleh setiap muslim mereka hidup dengan menganut dan mengamalkan ajarannya? Apakah tidak boleh setiap mahasiswa dan karyawan mereka hidup dengan ajaran Islam, yang mereka yakini, dan tidak hidup dengan kehidupan jahiliyah, yang merusak ini?

Sejatinya negara ini telah bobrok dan bangkrut, karena moral pemimpin dan rakyatnya sudah rusak, karena tidak lagi memiliki landasan yang benar. Korupsi, kolusi, nepotisme, sudah mengakar, mendarah daging, dan telah menjadi karakter dan ideologi. Mencuri uang negara itu sudah menjadi ideologi. Makan makanan haram sudah menjadi kesukaan mereka. Karena itu, instrumen apapun, yang dibuat, akhirnya gagal untuk memberantas KKN.

Lalu, jika anak-anak muda di kampus, karyawan di kantor yang belajar dan mempelajari Islam, serta mereka ingin hidup bersih secara Islami, apakah itu sebuah kejahatan yang harus dihapuskan dari kehidupan ini. Apakah tidak berhak orang-orang melaksanakan ajarannya, yang diyakini sebagai kebenaran yang sifatnya mutlak, dan apakah itu sebuah kejahatan?

Mengapa umat Islam selalu dilekatkan dengan kekerasan, terorisme, dan berbagai kejahatan lainnya? Mengapa umat Islam seakan golongan yang tidak beradab, dan selalu menimbulkan kekacauan dan tindak kekerasan?

Perhatian di Irak. Di mana rakyat Irak yang muslim dibantai oleh tentara AS, yang mengakibatkan satu juta lebih rakyat Irak yang tewas, dan jutaan lainnya luka-luka, dan jutaan lainnya yang mengungsi. Siapa yang bertanggung jawab atas segala kejahatan itu? Adakah AS mempunyai hak untuk melakukan semuanya itu? Di Afghanistan. AS sesudah menginvasi negeri dengan korban yang tak terhingga, sekarang justru Obama bukan menghentikan kejahatan AS di Afghanistan, tetapi justru Obama menambah tentaranya di Afghanistan. Sesungguhnya, apa kesalahan rakyat Irak dan Afghanistan itu, sampai mereka menghadapi serangan militer AS itu?

Bagaimana kejahatan pemerintah Israel selama pendudukan di tanah Palestina? Kekejaman yang tanpa kesudahan terhadap rakyat Palestina. Setiap hari seakan tanpa jeda, pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Netanyahu tak henti-hentinya melakukan kekerasan dan kekejaman terhadap rakyat Palestina. Dan, bukan hanya Netanyahu, tetapi setiap rejim yang berkuasa di Israel, pasti melakukan kekejaman terhadap rakyat Palestina.

Adakah pernah media seperti Kompas itu menyebut AS dan Israel sebagai teroris atau penjahat perang? Tetapi umat Islam yang menjadi korban kejahatan yang dilakukan oleh AS dan Israel, sampai sekarang ini, terus dijadikan objek kampanye sebagai teroris dan penjahat yang harus dibasmi. Sungguh sangat luar biasa.

Di Bosnia Umat Islam di kota Sebrenica dibantai oleh pasukan Serbia. Apakah kesalahan yang mereka lakukan? Ribuah kaum muslimin di kota itu habis dibantai oleh Serbia. Tetapi tak ada yang mengatakan Serbai itu sebagai teroris.

Sekarang di Eropa kelompok-kelompok sayap kanan mempengaruhi politik di Eropa, dan kampanye anti imigrian dan anti Islam. Adakah kejahatan yang telah nyata yang dilakukan oleh umat Islam terhadap penduduk Eropa? Bandingkan dengan Eropa yang telah menjajah dan menguasai negeri-negeri Muslim dalam kurun waktu ratusan tahun. Adakah yang berbicara tentang kejahatan mereka?

Sekarang umat Islam menjadi objek dan kampanye yang mendiskreditkan mereka, seakan –akan mereka yang ingin kembali kepada ajaran mereka, dan ingin hidup secara Islami itu menjadi ancaman. Inilah logika-logika yang sangat tidak patut sekarang ini. Wallahu’alam.(editorial eramislim) Senin, 08/11/2010 11:52 WIB

(nahimunkar.com)

dipublikasikan ulang oleh hukmulislam.blogspot.com

Read More......

Pemurtadan dan Cara Menghadapinya

Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nahl/ 16: 106, 107, 108, 109:

مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (106) ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآَخِرَةِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ (107) أُولَئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (108) لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الْآَخِرَةِ هُمُ الْخَاسِرُونَ [النحل/106-109]

“Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya adzab yang besar.

Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.

Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran, dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.

Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi.” (terjemah QS An-Nahl/ 16: 106, 107, 108, 109).

Al-Hafidh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya, Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhiem menjelaskan: Allah Ta’ala mengabarkan tentang orang-orang yang kafir kepada-Nya setelah beriman dan mengetahui kebenaran, namun hati mereka memilih kekafiran dan merasa tenang dengan kekafirannya itu. Maka Allah benar-benar marah kepada mereka, karena mereka mengetahui keimanan, kemudian berpaling darinya. Mereka itu akan mendapatkan siksa yang sangat berat di akherat. Karena mereka lebih mementingkan kehidupan dunia daripada akherat. Mereka pun lebih mendahulukan kemurtadan hanya untuk dunia. Allah tidak memberi petunjuk kepada hati mereka, dan tidak meneguhkan mereka pada agama yang benar. Maka Dia mencap hati mereka, sehingga mereka tidak mengetahui sama sekali sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Dan Dia mengunci pendengaran dan penglihatan mereka, sehingga mereka tidak dapat menggunakannya. Mereka adalah orang yang lalai dari apa yang mereka harapkan.

“Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi.” Artinya, mereka murugikan diri sendiri dan keluarga mereka pada hari kiamat.

“Kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman”. Ini adalah pengecualian yaitu orang yang berbuat kafir pakai lisannya, dan menyetujui orang-orang musyrik dalam ucapan secara terpaksa, karena pukulan dan siksaan, sedangkan hatinya menolak apa yang dia ucapkannya itu, dan dia tenang dengan beriman kepada Allah dan rasul-Nya.

Diriwayatkan oleh Al-’Aufi dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Ammar bin Yasir, ketika orang-orang musyrik menyiksanya, sehingga dia mengucapkan kata-kata kekafiran terhadap Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka dia (Ammar) sama dengan mereka disebabkan itu, secara terpaksa, dan dia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk minta udzur, lalu Allah menurunkan ayat ini. Maka dari itu para ‘ulama sepakat bahwa orang yang dipaksa atas kekafiran, diperbolehkan baginya menerimanya (dengan ucapan lisan saja) untuk mempertahankan perjuangannya. Dan diperbolehkan baginya untuk menolak (kekafiran/ kemusyrikan) sebagaimana Bilal radhiyallahu ‘anhu menolak ajakan orang-orang Quraisy, padahal mereka melakukan apa saja (siksaan) terhadapnya, bahkan batu besarpun diletakkan di atas dadanya pada saat yang sangat panas (di padang pasir), dan mereka memerintahkannya untuk berbuat musyrik kepada Allah. Bilal pun menolak dengan berkata: Ahad, Ahad (Tuhan yang Maha Esa, Tuhan yang Maha Esa) dan berkata: Demi Allah, seandainya aku mengetahui kalimat yang lebih pedas dari kalimat itu untukmu, tentu aku sudah mengucapkannya.

Mudah-mudahan Allah meridhoinya dan membuatnya ridho.

Ali ra membakar orang-orang murtad

Imam Ahmad berkata, diriwayatkan dari Ikrimah: Sesungguhnya Ali radhiyallahu ‘anhu membakar beberapa orang yang keluar dari Islam (para pengikut Abdullah bin Saba’, pen). Lalu khabar itu sampai kepada Ibnu Abbas, maka Ibnu Abbas berkata: Kalau aku, tidak akan membakar mereka dengan api. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« لاَ تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ »

“Laa tu’adzdzibuu bi’adzaabillaah” (janganlah kamu sekalian menyiksa dengan siksaan Allah), dan aku pernah membunuh mereka (yang murtad) karena sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

« مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ » .

“Man baddala diinahu faqtuluuhu” (Barangsiapa mengganti agamanya maka bunuhlah dia)”. Lalu khabar (ucapan Ibnu Abbas) itu sampai kepada Ali ra, maka ia berkata: waih (celaka, tapi ucapan ini tidak dimaksudkan sebagai do’a celaka ataupun kata-kata kasar, hanya ucapan biasa di Arab) ibu Ibnu Abbas.[HR Ahmad dan Al-Bukhari]

Imam Ahmad juga berkata, dari Abu Bardah, ia berkata: Mu’adz bin Jabal datang kepada Abu Musa di Yaman, maka dia dapati ada orang laki-laki di situ, kemudian Mu’adz berkata: Apa ini? Abu Musa menjawab: Orang ini dulunya beragama Yahudi, kemudian masuk Islam, kemudian kembali ke agama Yahudi lagi, dan kami menginginkannya untuk tetap Islam, sejak (ia katakan, saya kira) dua bulan. Maka Mu’adz berkata: Demi Allah! Saya tidak akan duduk sehingga kamu semua memotong lehernya, maka saya potong lehernya, maka Mu’adz berkata:

قضى الله ورسوله أن من رجع عن دينه فاقتلوه-أو قال: من بدل دينه فاقتلوه

“Allah dan Rasul-Nya telah memberi keputusan, bahwa sesungguhnya orang yang keluar dari agamanya bunuhlah dia”. Atau dia berkata: Barangsiapa mengganti agamanya maka bunuhlah dia. (HR Ahmad). Dan riwayat ini dalam Kitab Shahih al-Bukhari dan Muslim dengan lafadh yang berbeda (dalam shahih Bukhari 6923 dan Muslim 1733).

Gigihnya Nasrani memurtadkan Muslimin

Yang paling afdhal dan mulia, hendaklah seorang Muslim tetap pada agamanya, walaupun dia diancam dengan pembunuhan, seperti yang telah disebutkan oleh Al-Hafidh bin Asakir dalam riwayat hidup Abdullah bin Hudzafah as-Sahmy, salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Bahwa sesungguhnya dia ditawan oleh tentara Romawi. Kemudian dia dibawa ke raja mereka, maka berkatalah raja itu:

“ Masuklah kamu ke agama Nasrani, aku akan bagikan untukmu sebagian kerajaanku, dan aku nikahkan kamu dengan anak puteriku.”

Maka ia (Abdullah bin Hudzafah As-Sahmy) berkata kepada raja itu:

لو أعطيتني جميع ما تملك وجميع ما تملكه العرب، على أن أرجع عن دين محمد طرفة عين، ما فعلت!

“Seandainya kamu memberiku semua yang kamu miliki, dan semua yang dimiliki orang-orang Arab, agar aku keluar dari agama Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sekejap mata saja, aku tidak akan melakukannya.”

Kemudian raja berkata: “Kalau begitu aku akan membunuhmu!”

Maka ia menjawab: Engkau (bisa memilih ini dan) itu.

Al-Hafidh (yang meriwayatkan kisah ini) berkata, maka raja memerintahkan agar ia (Abdullah bin Hudzafah As-Sahmy) disalib, dan raja memerintahkan pasukan panah, maka mereka memanahnya dekat kedua tangan dan kedua kakinya, sedangkan raja menawarinya dengan agama Nasrani. Maka ia (Abdullah As-Sahmy) menolak. Kemudian raja memerintahkan agar ia diturunkan. Lalu raja memerintahkan agar didatangkan panci –dalam riwayat lain disebutkan, bejana besar dari tembaga– kemudian dipanasi, kemudian salah seorang tawanan dari kaum Muslimin didatangkan dan dilemparkan ke dalamnya, ia (Abdullah As-Sahmy) pun melihatnya, maka (Muslim yang dilemparkan ke bejana panas itu kemudian) tinggallah tulang-tulang. Raja tetap menawar Abdullah, dan ia pun menolak. Maka raja memerintahkan agar ia dilemparkan ke dalam bejana itu, akan tetapi diundur sampai esok hari. Lalu menangislah ia (Abdullah As-Sahmy). Maka raja mengira bahwa ada harapan darinya, lalu raja memanggilnya. Maka ia (Abdullah) berkata:

إني إنما بكيت لأن نفسي إنما هي نفس واحدة، تُلْقى في هذه القدر الساعة في الله، فأحببت أن يكون لي بعدد كل شعرة في جسدي نفس تعذب هذا العذاب في الله.

“Sesungguhnya aku menangis hanyalah karena menyesali kenapa jiwaku hanya satu, yang akan dilempar ke bejana ini. Dalam waktu sesaat aku akan bertemu Allah, maka aku lebih senang kalau setiap rambut di tubuhku dihitung satu jiwa, yang disiksa dengan siksaan seperti ini dalam rangka memperjuangkan agama Allah.”

Dan di sebagian riwayat, bahwa raja memasukkannya dalam penjara, dan tidak memberinya makan dan minum berhari-hari, kemudian ia dikirimi arak (khamr) dan daging babi, namun ia (Abdullah) tidak mau mendekatinya. Kemudian raja memanggilnya, dan bertanya kepadanya: “Apa yang melarangmu untuk makan?”

أما إنه قد حَلَّ لي، ولكن لم أكن لأشمتك فيّ.

Maka ia (Abdullah) menjawab: “Kalaupun makanan itu telah dibolehkan untukku, akan tetapi aku tidak mau menyenangkan kamu.”

Raja berkata kepadanya: “Kalau begitu ciumlah kepalaku, nanti akan aku bebaskan kamu.”

وتطلق معي جميع أسارى المسلمين؟

Lalu ia (Abdullah) berkata: “Dan kamu akan membebaskan bersamaku tawanan-tawanan Muslim seluruhnya?”

Maka raja menjawab: “Ya”. Maka ia (Abdullah) mencium kepala raja, kemudian Abdullah dibebaskan dan juga tawanan-tawanan muslim semuanya. Dan ketika telah pulang (dari Romawi ke Madinah, pen), Umar bin Al-Khatthab berkata:

حَقّ على كل مسلم أن يقبل رأس عبد الله بن حذافة، وأنا أبدأ. فقام فقبل رأسه

)تاريخ دمشق (9/116 “المخطوط”)

“Setiap Muslim berhak untuk mencium kepala Abdullah bin Hudzafah, dan aku orang yang memulainya, maka dia berdiri dan mencium kepalanya. Mudah-mudahan Allah meridhoi keduanya. (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhiem, Darul Fikr, Beirut, 1412H/ 1992M, jilid II, halaman 715-716).

***

Aneh, berkasih-kasihan dengan kafirin, musyrikin, Yahudi, dan Nashrani

Dalam sejarah yang otentik/ murni seperti tersebut telah terjadi aneka kekejaman orang-orang kafir, musyrik, Yahudi, dan Nasrani terhadap Muslimin di mana-mana. Sampai-sampai tawanan Muslim dilemparkan ke panggangan api hingga tinggal tulang belulang, dan masih pula untuk menakut-nakuti Muslimin untuk dimurtadkan. Namun anehnya, kini sebagian orang-orang yang mengaku dirinya Muslim, terutama ahli bid’ah, khurofat, takhayyul, perdukunan, dan yang sok modern dengan gaya toleran, humanis, dan bahkan pluralis (menganggap semua agama sama), mereka itu berjilat-jilatan dengan musyrikin, kafirin, Yahudi, dan Nasrani yang dimurkai Allah, yang sesat, dan bahkan dalam memusuhi Islam mereka jadi komplotan syetan iblis itu.

Bahkan yang sangat tidak bisa diterima akal sehat, ada organisasi yang masih berlabel keislaman, sebagian orang-orangnya digerakkan untuk mengabdi jadi centeng (tukang pukul) di gereja-gereja ketika musyrikin dan kafirin –menurut istilah Al-Qur’an– itu sedang merayakan hari kekafiran dan kemusyrikan mereka. Lalu keadaan yang sangat merugikan Islam itu disorot dan disiarkan pula di televisi. Sehingga, tampak benar hinanya centeng-centeng itu, baik dari segi keduniaan maupun apalagi dari segi aqidah. Tetapi, seolah-olah orang-orang yang keblinger itu justru bangga atas kesesatannya itu. Entah lantaran sudah terkecoh oleh syetan yang berlabel toleransi atau kesatuan dan persatuan atau nasionalisme yang semuanya memusuhi Islam dengan cara mengecilkan dan melangkahi Islam, sehingga pandangan mereka sudah jauh sama sekali dari ajaran Al-Qur’an maupun peristiwa-peristiwa yang dialami muslimin teladan masa lalu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pelajaran kepada kita, di antaranya dengan ayat-ayat-Nya, di samping tidak sedikit peristiwa-peristiwa nyata. Peristiwa-peristiwa nyata itu ada yang menjadi pelajaran tentang betapa teguhnya keimanan mereka, dan sebaliknya ada pula yang menjadi pelajaran agar sangat dihindari, dan jadi peringatan karena betapa buruknya lakon mereka.

Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ditawan oleh Raja Nasrani Romawi tersebut betapa teguhnya keimanan yang ada di dalam dadanya. Sebaliknya, peristiwa anak-anak muda di Indonesia dari organisasi Islam tertentu yang menjual dirinya menjadi centeng di gereja-gereja waktu natalan, itu betapa buruknya.

Kita tinggal pilih, kebaikan sudah jelas petunjuk-petunjuknya. Sedang kesesatan sudah jelas betapa buruknya, maka wajib dihindari, agar tidak terjerumus ke dalam neraka. Dan lebih buruk lagi kalau sudah lakonnya buruk tetapi ketika diingatkan orang justru marah, mengancam, sesumbar, dan bahkan akan menghabisi orang yang mengingatkan. Itulah yang sudah habis-habisan buruknya. Kalau sekalian murtad, hukumnya adalah bunuh. Tetapi kalau plintat-plintut seperti itu? Ya mungkin ada yang tidak sabaran, hingga …., kalau memang merugikan dan merusak Islam serta mengejeknya. Maka semestinya mereka bertobatlah, sebelum ada barisan orang-orang yang berjibaku menghabisinya atau pun Malakul Maut utusan Allah datang membetot nyawa mereka dengan tiba-tiba.

Dari buku Tasawuf, Pluralisme, & Pemurtadan.

- oleh H Hartono Ahmad Jaiz -

(nahimunkar.com)

dipublikasikan ulang oleh hukmulislam.blogspot.com

Read More......

Tirani Minoritas Kristen terhadap Mayoritas Islam di Indonesia

Drs. H. Abu Deedat Syihab, MH (Wakil Ketua Komite Dakwah Khusus MUI Pusat)

Diawali dari peristiwa G30S/PKI tahun 1965, dimana diperkirakan agama Kristen di Indonesia mendapat tambahan 2 juta pengikut baru. Pasalnya, banyak keluarga PKI yang semula beragama Islam meski abangan, demi menyelamatkan diri dan terhimpit persoalan ekonomi, akhirnya mudah dibujuk para misionaris menjadi murtad dan berpindah menjadi Kristen. Apalag waktu itu kebencian pengikut PKI dan keluarganya terhadap golongan santri dari umat Islam sudah mendarah daging, sehingga dengan mudah mereka meninggalkan Islam dan beralih menjadi Kristen dan Katolik.

Setelah itu pihak Kristen dan Katolik gencar menyiarkan ajarannya di kalangan Kaum Muslimin Indonesia. Para misionaris tidak segan-segan keluar masuk rumah umat Islam bahkan menyebarkan berbagai brosur Kristen di Masjid-Masjid. Maka keluarlah SK Menteri Agama Nomor 70 Tahun 1978 tentang Pedoman Penyiaran Agama. Waktu itu Pemerintah melalui Menteri Letjen TNI (Purn) H Alamsyah Ratu Perwiranegara sudah memandang bahayanya Kristenisasi yang sedang gencar-gencarnya di Indonesia bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu dikeluarkanlah SK Menteri Agama untuk mencegah terjadinya gesekan dan konflik horizontal antara Islam yang mayoritas versus Kristen minoritas.

Namun bagi pihak Kristen, keberadaan SK, PP, Peraturan Menteri, PBM atau UU tidak masalah karena mereka anggap tidak ada dan selalu dilanggarnya. Sebab pihak Kristen menolak karena bertentangan dengan ajaran agama mereka. Bagi mereka, menyebarkan agama Kristen kepada seluruh makhluk, adalah perintah suci dalam rangka menjalankan amanah Yesus, seperti tercantum dalam Injil Matius pasal 28 ayat 19 dan Injil Markus pasal 16 ayat 15, yang memerintahkan membaptis semua bangsa di dunia dan menyebarkan Injil kepada seluruh penduduk dunia.

Berikut ini wawancara Abdul Halim dari Tabloid Suara Islam dengan Kristolog Drs. H. Abu Deedat Syihab MH seputar Kristenisasi di Indonesia dan bagaimana dampaknya bagi perkembangan dakwah Islam di masa mendatang.

Suara Islam: Mengapa pihak Kristen dan Liberal berusaha menentang RUU Kerukunan Umat Beragama menjadi UU?

Abu Deedat: Tujuan dibuatnya RUU KUB oleh pemerintah adalah untuk menciptakan kerukunan umat beragama. Agar supaya tidak terjadi gesekan antar umat beragama adalah dengan tidak menyebarkan agama kepada umat yang telah beragama. Sehingga diharapkan situasinya menjadi kondusif dan aman. Pemicu utama terjadinya gesekan umat beragama. Pertama, pelanggaran terhadap kode etik pernyiaran agama. SK Menteri Agama Nomor 70 tahun 1978 dimaksudkan untuk mencegah terjadinya gesekan tersebut. Kedua, pendirian rumah ibadah yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pihak Kristen dan Liberal yang minoritas selalu menetang RUU KUB, menunjukkan sesungguhnya mereka kelompok intoleran terhadap umat Islam mayoritas yang sebaliknya sangat toleran. Sebenarnya aturan itu juga bertentangan dengan konsep teologi Islam. Namun dalam rangka menciptakan kerukunan antar umat beragama, umat Islam menghormati RUU KUB dan mendorongnya menjadi UU. Jangan sekali-kali menyebarkan agama kepada orang yang sudah beragama.

Sebenarnya banyak tulisan mereka seperti Pendeta Situmorang yang menganjurkan bagaimana menangkap ikan dengan pancing dan jala. Kalau dengan pancing hanya dapat satu ikan, dengan jala akan dapat banyak ikan. Namun masalahnya, kalau memancing dan menjala ikan di kolam milik orang lain, apalagi kolam ikannya dipancingi dan dijala setiap hari, tentu yang punya kolam akan marah.

Suara Islam: Sebagai kelompok minoritas, mengapa Kristen berani berhadapan dengan umat Islam seperti dalam kasus UUPA, UU Perkawinan, UU Sisdiknas dan terakhir RUU KUB ?

Abu Deedat: Mereka berlindung atas nama HAM, yang selama ini digembar-gemborkan AS, padahal negara mereka sebagai pelanggar HAM terbesar di dunia.

Suara Islam: Apakah banyak umat Islam Indonesia yang murtad karena bujukan ekonomi dari misionaris Kristen ?

Abu Deedat: Biasanya orang Islam murtad karena faktor ekonomi dan iman, kelemahan inilah yang dimanfaatkan para misionaris. Tetapi sebaliknya di Eropa, AS dan Australia banyak gereja yang dijual karena kebenaran ajaran Kristen termasuk Kitab Sucinya sudah tidak diyakini lagi oleh mereka. Sehingga mereka menyiarkan agamanya kepada negara berkembang yang dalam kondisi lemah dan miskin terutama di Asia dan Afrika.

Seperti Indonesia dimana banyak orang miskin, maka banyak yang murtad. Apalagi para misionaris sekarang cukup berani memanfaatkan HAM sehingga mereka berani mengacak-acak Islam dengan dalih kebebasan HAM. Sekarang banyak buku menghujat Islam diterbitkan mereka, padahal ini suatu pelanggaran, tetapi mereka memanfaatkan atas nama kebebasan berekspresi dan HAM.

Suara Islam: Apakah dasar teologi Kristen lemah ?

Abu Deedat: Sangat lemah sekali! Konsep teologi Kristen tidak berdasarkan wahyu sebagaimana Islam, tetapi berdasarkan konvensi seperti trinitas. Kalau konsep teologi Islam berdasarkan wahyu, bukan hasil konvensi, muktamar, musyawarah atau kongres.

Misalnya, banyak ayat dalam Al Kitab yang mengajarkan radikalisme dan pornografi. Kerusakan moral di Barat dikarenakan Al Kitab sendiri mengajarkan pornografi. Sebagaimana dikatakan sosiolog Roostow, Bible jangan sampai dibaca anak kecil, lebih baik dimasukkan dalam peti besi dan kuncinya dibuang ke lautan.

Suara Islam: Bagaimana dengan 4 Injil dalam Kristen ?

Abu Deedat: Memang selama ini ada 4 Injil yang disepakati gereja, walaupun diantara keempatnya saling berbeda. Seperti dalam konsep penyaliban Yesus, antara Injil Markus dan Injil Yohanes berbeda. Kalau Injil Yohanes jam 12 belum disalib, tetapi Injil Markus jam 9 sudah disalib.

Apalagi sekarang para teolog Kristen seudiri sudah mengadakan kajian secara intensif, mereka terdiri dari 76 orang Doktor Teologia Kristen yang mengadakan seminar tentang keotentikan 5 Gospel (Injil) yang ditambah dengan Injil Thomas. Hasilnya mereka menyimpulkan 82 persen Injil tidak bersmumber dari Yesus, hanya 18 persen yang bersumber dari Yesus. Jadi sudah jelas sekali ajaran Kristen sesungguhnya bersumber bukan dari Yesus.

Suara Islam: Kalau Kristen dan Liberal mengatakan RUU KUB merupakan intervensi negara terhadap agama, bagaimana komentar anda ?

Abu Deedat: RUU KUB bukan mengatur soal agama dan teologi. Pemerintah membuat UU agar diantara umat beragama tidak terjadi gesekan di grass-roots. Bahkan di Barat juga ada UU nya. Tetapi masalahnya, kalau Kristen dalam posisi minoritas, mereka selalu berbicara tidak ada mayoritas dan minoritas. Tetapi kalau Kristen mayoritas seperti di Filipina, semua itu tidak berlaku. Itulah salah satu strategi mereka salama ini.

Suara Islam: Bagaimana perkembangan Kristen di Indonesia, berhasil atau gagal ?

Abu Deedat: Untuk menilai perkembangan Kristen di Indonesia, perlu dilihat bagaimana perkembangan gereja. Tidak ada rumah ibadah paling cepat perkembangannya seperti gereja. Jika dibandingkan Masjid, gereja lebih cepat pertumbuhannya di Indonesia.

Suara Islam: Padahal sudah ada SKB 3 Menteri dan Peraturan Bersama Menteri (PBM), mengapa gereja terus tumbuh dengan pesat tanpa mengindahkan aturan perundang-undangan yang berlaku ?

Abu Deedat: Kalau itu merupakan keputusan bersama dan disepakati para wakil majelis agama, seharusnya semua patuh dan mengikutinya. Tetapi bagi Kristen, ada atau tidak ada peraturan sama saja dianggap tidak ada. Karena mereka mempunyai keyakinan pada amanat Yesus di Matius 28 ayat 19 yang memerintahkan membaptis semua orang, itulah persoalannya. Makanya mereka menganggap peraturan pemerintah itu bertentangan dengan perintah Yesus.

Padahal sebenarnya umat Islam juga bertentangan, karena umat Islam memiliki kewajiban untuk mendakwahi umat lainnya. Tetapi demi kebersamaan, itu tidak kita lakukan. Karena itu selama mereka tetap memaksakan kehendaknya dengan menyebarkan agamanya kepada orang yang sudah memiliki agama, maka bisa terjadi konflik horizontal di masyarakat. Karena itu pemerintah perlu membuat RUU KUB, semua itu dalam rangka untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Suara Islam: Apakah Kristen merupakan agama intoleran ?

Abu Deedat: Mereka sangat tidak toleran. Kalau berbicara toleran, apakah ada di negara-negara Kristen Eropa dan AS, bisa mendirikan Masjid sebanyak-banyaknya. Sementara di Indonesia, mereka bisa mendirikan gereja sebanyak-banyaknya. Bahkan di Bekasi banyak gereja yang dibangun seperti di Perumahan Harapan Baru dimana terdapat 7 gereja sedangkan Masjidnya hanya 1. Apakah itu masih dibilang umat Islam tidak toleran ? Apakah umat Islam di Eropa dan AS diizinkan untuk mendirikan masjid sebebas-bebasnya seperti mendirikan gereja di Indonesia. Misalnya di Yunani, untuk mendirkan sebuah masjid saja perlu waktu 100 tahun untuk memperoleh ijinnya. Apakah itu merupakan bukti bahwa mereka toleran, jelas tidak !

Apakah di negara-negara Kristen Eropa dan AS, pernah memikirkan hari libur selain natal seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Kalau di Indonesia semua agama ada hari liburnya padahal mereka minoritas sedangkan kita mayoritas mutlak. Di Eropa dan AS, hari libur nasional Idul Fitri dan Idul Adha tidak mungkin terjadi.

Berbicara mengenai pemerintahan di Eropa atau AS sekalipun, apakah ada pejabat tinggi mereka yang beragama Islam. Tetapi di Indonesia walaupun Kristen minoritas, di KIB ada beberapa menteri Kristen. Itu merupakan bukti bahwa umat Islam Indonesia sangatlah toleran. Sesungguhnya merekalah yang tidak toleran. Itu namanya tirani minoritas terhadap mayoritas. Mereka hanya teriak toleransi kalau minoritas, tetapi kalau mayoritas toleransi tidak berlaku. Mereka selalu berteriak seolah-olah umat Islam tidak toleran, padahal umat Islam umat paling toleran di muka bumi ini.

Suara Islam: Seandainya Kristen mayoritas di Indonesia, apakah pembantaian terhadap umat Islam bisa terjadi seperti di Spanyol dulu dan Filipina Selatan sekarang ini ?

Abu Deedat: Ya pasti akan terjadi ! Nasib umat Islam pasti akan sangat menderita. Tidak mungkin umat Islam akan bisa hidup dengan nyaman dan damai. Umat Islam bukannya tidak suka pada umat Kristen, tetapi yang tidak disukai adanya Kristenisasi. Kalau mereka tidak melakukan Kristenisasi, maka umat Islam bisa hidup secara berdampingan dengan damai. Kalau memancing ikan di kolam orang lain, tentu akan berhadapan dengan pemilik kolamnya.

Suara Islam: Umat Islam menghormati Nabi Isa sebagai seorang Nabi dan Rasul bukan anak Tuhan, tetapi mereka selalu menghina Nabi Muhammad SAW ?

Abu Deedat: Banyak hinaan mereka terhadap Nabi Muhammad SAW. Mereka tidak hanya menghina Nabi, tetapi juga menghina Al Qur’an yang dikatakannya sebagai ayat-ayat Setan. Padahal umat Islam menganggap Nabi Isa AS sebagai Nabi umat Islam dan itu bagian dari rukun Iman.

Suara Islam: Pihak Kristen mengatakan selalu dihalang-halangi untuk mendirikan rumah ibadah. Bagaimana tanggapan anda ?

Abu Deedat: Jelas berbeda antara mendirikan rumah ibadah dengan kebebasan beragama. Kebebasan beragama dilindungi UU, sehingga tidak ada larangan orang melakukan ibadah. Jadi yang diatur adalah pendirian rumah ibadah, bukan larangan ibadah. Pendirian rumah ibadah harus sesuai dengan kebutuhan, jangan hanya ada 2 keluarga Kristen terus didirikan gereja.

Memang pendirian gereja menjadi modal paling efektif untuk perkembangan Kristen di seluruh dunia. Karena itu mereka berusaha mendirikan gereja sebanyak-banyaknya. Inilah yang menjadi salah satu metode paling efektif di dunia. Sebenarnya mereka bukan butuh rumah ibadah, sebab bisa bergabung dengan rumah ibadah yang sudah ada. Jadi sesungguhnya mereka hanya memaksakan kehendak. Dalam buku “Penginjilan dan Misi Pendirian Rumah Ibadah” yang ditulis Pendeta Nico Notoraharjo, sangatlah jelas pendirian gereja merupakan metode penginjilan paling efektif dimuka bumi ini.

Adapun yang diatur pemerintah itu bukan masalah ibadahnya, tetapi pendirian rumah ibadahnya. Kalau berdasarkan Peraturan Bersama Menteri (PBM) tahun 2006, ruko yang dipakai sementara untuk rumah ibadah hanya berlaku selama 2 tahun. Padahal sekarang banyak ruko yang tak memiliki izin sementaranya dan sudah bertahun-tahun tetap mereka gunakan sebagai gereja. Hal itu suatu pelanggaran atas PBM tahun 2006.

Maka sangatlah perlu pemerintah membuat RUU KUB agar betul-betul tercipta kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Justru disini menjadi bukti kalau umat Islam itu mendukung program pemerintah, sedangkan Kristen tidak mau mendukungnya. Berbagai peraturan yang dibuat pemerintah selalu mereka langgar. Bahkan Kristen RMS di Maluku dan OPM Papua ingin mendirikan negara sendiri yang terpisah dari NKRI. Jadi siapa sekarang yang mati-matian berusaha mempertahankan keutuhan NKRI, jelas umat Islam yang sejak dulu berjuang melawan Kolonial Kristen Belanda yang menjajah negeri ini selama 350 tahun.

Jaka | Edisi : 123 – 8-22 Dzulhijjah 1432 H – 4-18 November 2011 M

http://www.suara-islam.com/tabloid.php?tab_id=27

dipublikasikan ulang oleh hukmulislam.blogspot.com

Read More......

Syaikh Al-Azhar Tolak Penyebaran Syiah di Dunia Islam

شيخ الأزهر يؤكد رفضه للمد الشيعى فى الدول الإسلامية السنية

* Syaikh Al-Azhar Ahmad al-Thayyib menolak semua upaya untuk menyebarkan ajaran Syiah di Mesir dan negara-negara Islam lainnya.
* Syiah melakukan penghinaan terhadap sahabat Nabi Muhammad dan tokoh-tokoh Sunni lainnya. Hal ini telah berkembang banyak, dimulai dengan tulisan-tulisan di sana-sini mempertanyakan keyakinan muslim Sunni dan kemudian menghina Sayyidah Aisyah Ra, isteri Rasulullah saw.
* Ada saluran TV satelit yang ditujukan untuk mengutuk dan menghina para sahabat Nabi SAW, menghina Sunni dan bahkan mengklaim Al-Quran telah dipalsukan.
* Di Indonesia diberitakan, pelajar Indonesia yang belajar Syiah di Iran, datang atas beasiswa dari pemerintah Iran. Jumlah penerima beasiswa itu sebanyak 5000 orang. Belum lagi beasiswa yang diberikan langsung oleh mullah-mullah di Iran. Perkirakan jumlahnya bisa 6.000-7.000 orang. (REPUBLIKA.CO.ID, Kamis, 03 Maret 2011 16:18 WIB).

Inilah berita-berita yang memperingatkan bahaya aliran sesat syiah, baik peringatan keras dari Al-Azhar Mesir maupun dari DPR Indonesia.

***

Al-Azhar: Kami Tidak Akan Tinggal Diam dalam Hadapi Penghinaan Syi’ah

Imam Agung Al-Azhar Syaikh Ahmad al-Thayyib mengatakan pada Kamis kemarin 929/9) bahwa ia menolak semua upaya untuk menyebarkan ajaran Syiah di Mesir dan negara-negara Islam lainnya, pada saat Syiah melakukan penghinaan terhadap sahabat Nabi Muhammad dan tokoh-tokoh Sunni lainnya.

Pernyataan itu dibuat selama pertemuan dengan delegasi yang mewakili Lembaga Al-Hakim di Lebanon dan beberapa perwakilan dari Dewan Tertinggi Islam di Irak.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis kemarin, Al-Azhar mengatakan pertemuan itu ditujukan dalam upaya Al-Azhar untuk mendamaikan perbedaan sekte dan doktrin dalam Islam.

Thayyib mengatakan kendala pertama adalah adanya upaya untuk menyebarkan ajaran Syiah di negara-negara Sunni, khususnya di Mesir, rumah bagi Al-Azhar, otoritas keagamaan tertinggi di dunia Muslim Sunni.

“Saya pikir ada motif tersembunyi di balik upaya ini, yang tidak satu orang pun akan menyetujuinya,” kata Thayyib. “Hal ini telah berkembang banyak, dimulai dengan tulisan-tulisan di sana-sini mempertanyakan keyakinan muslim Sunni dan kemudian menghina Sayyidah Aisyah Ra.”

Thayyib melanjutkan dengan mengatakan bahwa “Al-Azhar sejauh ini telah berusaha menjaga kesatuan umat Islam, tetapi jika situasi ini dibiarkan, Al-Azhar memiliki pilihan ideologis.”

Dia menambahkan bahwa hambatan kedua adalah adanya saluran TV satelit yang ditujukan untuk mengutuk dan menghina para sahabat nabi SAW, menghina Sunni dan bahkan mengklaim Al-Quran telah dipalsukan.(fq/amay)

ERAMUSLIM > DUNIA

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/al-azhar-kami-tidak-akan-tinggal-diam-dalam-hadapi-pelanggaran-syiah.htm

Publikasi: Jumat, 30/09/2011 12:39 WIB

dipublikasikan ulang oleh hukmulislam.blogspot.com

Read More......

Flash

  © Blogger templates Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP